ISLAMABAD (Arrahmah.id) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, menyatakan bahwa Islamabad tidak menginginkan perang dengan Afghanistan dan menganggap rakyat Afghanistan sebagai "saudara-saudari" mereka.
Dalam sebuah konferensi pers, Andrabi menanggapi pernyataan terbaru dari juru bicara Imarah Islam, Zabihullah Mujahid, yang mengatakan bahwa Kabul tidak menginginkan konflik dengan negara mana pun—terutama Pakistan—dan berupaya memulihkan hubungan yang lebih kuat dengan Islamabad. Andrabi mengklaim Afghanistan perlu memperjelas apakah mereka ingin memperbaiki hubungan dengan Pakistan atau terus mendukung serta mempertahankan hubungan dengan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Tahir Andrabi mengatakan: "Kami tidak menginginkan perang dengan Afghanistan. Rakyat Afghanistan adalah saudara-saudari kami, dan tidak ada niat untuk berperang melawan mereka. Namun, dukungan pemerintah Taliban terhadap TTP tetap menjadi hambatan terbesar dalam hubungan bilateral kami, dan situasi ini harus diakhiri."
Sebelumnya, juru bicara Imarah Islam, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa ketegangan yang terus berlanjut antara Afghanistan dan Pakistan merugikan kedua negara dan menegaskan bahwa perbedaan pendapat harus diselesaikan melalui dialog.
Analis politik Khalil Ahmad Nadim mengatakan bahwa Pakistan mengajukan tuntutan yang tidak realistis; ia berpendapat bahwa Islamabad mengharapkan Imarah Islam untuk mengendalikan TTP, padahal tindakan tersebut berada di luar wewenang mereka, lansir Tolo News (8/8/2026).
Analis politik lainnya, Abdul Sadiq Hamidzoy, mengatakan bahwa Afghanistan dan Pakistan adalah dua negara Muslim dengan banyak kepentingan bersama, dan semua perselisihan sebaiknya diselesaikan melalui dialog serta saling pengertian. Ia menambahkan bahwa aksi saling tuduh tidak menguntungkan pihak mana pun, dan kedua negara harus berupaya membangun mekanisme yang efektif untuk menyelesaikan perbedaan di antara mereka.
Meskipun para pejabat di Afghanistan maupun Pakistan telah menyatakan keinginan untuk meredakan ketegangan dan memulihkan hubungan normal, masalah TTP tetap menjadi salah satu tantangan utama dalam hubungan antara Kabul dan Islamabad. (haninmazaya/arrahmah.id)
