TEPI BARAT (Arrahmah.id) -- Seorang perempuan lanjut usia Palestina bernama Sabriya Shamasneh (68) dilaporkan tewas setelah dipukuli oleh tentara 'Israel' dalam sebuah insiden di wilayah Tepi Barat, memicu kecaman dan sorotan internasional terhadap tindakan aparat di kawasan konflik tersebut.
Peristiwa itu terjadi di kawasan permukiman Palestina di Tepi Barat pada awal April 2026. Menurut Middle East Eye (7/4/2026), korban mengalami kekerasan fisik saat pasukan Israel melakukan operasi di wilayah tersebut. Sabriya dilaporkan dipukul hingga mengalami luka serius sebelum akhirnya meninggal dunia.
Saksi mata menyebutkan bahwa insiden bermula ketika tentara 'Israel' memasuki area permukiman dan terjadi ketegangan dengan warga setempat. Dalam situasi tersebut, korban yang merupakan lansia diduga menjadi sasaran kekerasan.
Seorang warga yang berada di lokasi kejadian menggambarkan situasi tersebut sebagai tindakan yang tidak proporsional terhadap warga sipil yang tidak bersenjata.
“Dia hanya seorang nenek tua, tidak melakukan perlawanan apa pun. Kami melihat langsung bagaimana dia dipukul hingga tak berdaya,” ujar seorang saksi mata, seperti dikutip Middle East Eye.
Hingga kini, pihak militer 'Israel' belum memberikan keterangan resmi secara rinci terkait kronologi kejadian tersebut. Namun, insiden ini kembali memicu kritik dari berbagai organisasi hak asasi manusia yang menuntut investigasi independen dan akuntabilitas atas dugaan pelanggaran terhadap warga sipil.
Kematian Sabriya Shamasneh menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik berkepanjangan di wilayah Palestina, khususnya di Tepi Barat yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan eskalasi kekerasan. (hanoum/arrahmah.id)
