BEIJING (Arrahmah.id) -- Isu mengenai Cina dan Pakistan yang disebut mengancam akan meluncurkan serangan nuklir terhadap 'Israel' jika kembali menyerang Iran beredar luas di sejumlah media dan media sosial, namun klaim tersebut perlu ditelusuri kebenarannya berdasarkan laporan media internasional yang lebih kredibel.
Laporan dari media seperti Mirror dan Economic Times (8/4/2026) memang menyebut adanya narasi ancaman tersebut, tetapi hingga saat ini belum ditemukan konfirmasi resmi dari pemerintah Cina maupun Pakistan terkait pernyataan ancaman nuklir secara langsung. Sejumlah media arus utama seperti Reuters justru lebih banyak melaporkan bahwa Pakistan berperan sebagai mediator dalam konflik Iran, bukan sebagai pihak yang mengeluarkan ancaman militer ekstrem.
Dalam perkembangan terbaru, Pakistan diketahui aktif melakukan diplomasi untuk meredakan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan 'Israel', termasuk mendorong gencatan senjata dan membuka jalur negosiasi. Sementara itu, Cina juga disebut berperan dalam mendorong stabilitas dan mendukung proses diplomasi, bukan mengeluarkan ancaman penggunaan senjata nuklir secara terbuka.
Seorang analis yang dikutip dalam laporan internasional menekankan bahwa banyak klaim yang beredar perlu diverifikasi karena tidak semuanya berasal dari sumber resmi.
“Tidak ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi ancaman nuklir tersebut; sebagian besar berasal dari spekulasi atau komentar pihak ketiga,” demikian pernyataannya.
Secara kronologis, isu ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik bersenjata antara Iran dan 'Israel' yang berpotensi meluas menjadi konflik regional. Namun, fakta yang terverifikasi menunjukkan bahwa hingga kini, respons negara-negara besar masih berada pada level diplomatik dan peringatan politik, bukan ancaman nuklir terbuka.
Dengan demikian, klaim bahwa Cina dan Pakistan secara resmi mengancam akan membom 'Israel' dengan nuklir belum dapat dipastikan kebenarannya dan cenderung merupakan informasi yang dilebih-lebihkan atau tidak terverifikasi secara kuat oleh sumber utama internasional. (hanoum/arrahmah.id)
