UTAH (Arrahmah.id) -- Seorang pria Muslim mengalami luka parah setelah ditusuk lebih dari 15 kali di sebuah pusat perbelanjaan di negara bagian Utah, Amerika Serikat. Polisi menyebut serangan tersebut diduga kuat bermotif kebencian terhadap agama setelah pelaku mengaku sengaja menargetkan korban karena identitas keislamannya. Insiden ini kembali memicu kekhawatiran mengenai meningkatnya kasus Islamofobia dan kejahatan kebencian terhadap Muslim di Amerika Serikat.
Dilansir Reuters (15/7/2026), peristiwa itu terjadi pada Senin (14/7) sore waktu setempat di Valley Fair Mall, West Valley City, Utah. Korban diketahui bekerja di sebuah kios dalam pusat perbelanjaan tersebut ketika tiba-tiba diserang oleh seorang pria bernama Peter Michael Larsen (48).
Menurut dokumen pengadilan yang dikutip Reuters dan Associated Press, Larsen mendatangi korban, menanyakan identitas agamanya, lalu menyerangnya menggunakan pisau. Korban menderita lebih dari 15 luka tusuk dan harus menjalani operasi darurat di rumah sakit.
Polisi berhasil menangkap Larsen setelah sejumlah pengunjung mal turun tangan menghentikan serangan. Rekaman video yang beredar menunjukkan beberapa warga berusaha melucuti pisau dari tangan pelaku sebelum akhirnya menahannya hingga aparat tiba di lokasi. Keberanian para saksi disebut berperan besar dalam menyelamatkan nyawa korban.
Dalam berkas penyidikan, polisi mengungkapkan bahwa Larsen secara terbuka mengakui motif serangannya. Ia mengatakan kepada penyidik bahwa dirinya “berniat membunuh Muslim” dan secara khusus memilih korban karena agamanya.
Polisi juga menyatakan pelaku dianggap sebagai ancaman serius bagi masyarakat karena tindakan kekerasan, ideologi ekstrem, dan indikasi rencana serangan yang lebih luas.
Kepala Eksekutif Nasional Council on American-Islamic Relations (CAIR), Nihad Awad, mengecam keras insiden tersebut. Dalam pernyataannya, Awad mengatakan, "Para pemimpin politik dan masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menolak kebencian terhadap Muslim dalam segala bentuknya sebelum lebih banyak orang tak bersalah menjadi korban."
Pernyataan itu disampaikan menyusul meningkatnya sejumlah kasus kekerasan yang menargetkan komunitas Muslim di Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir.
Jaksa Salt Lake County saat ini masih meninjau berkas perkara untuk menentukan dakwaan resmi terhadap Larsen. Sementara itu, pelaku ditahan tanpa jaminan. Catatan pengadilan menunjukkan bahwa Larsen sebelumnya juga pernah menjalani masa pembebasan bersyarat terkait tindak pidana kekerasan lain, sehingga kasus ini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.
Organisasi hak-hak sipil Muslim di Amerika mendesak pemerintah federal dan otoritas lokal untuk meningkatkan perlindungan terhadap komunitas Muslim serta mengambil langkah tegas terhadap penyebaran retorika anti-Islam yang dinilai dapat memicu aksi kekerasan serupa. (hanoum/arrahmah.id)
