MOSKOW (Arrahmah.id) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, saat berbicara pada pembukaan pertemuan kedelapan konsultasi Format Moskow mengenai Afghanistan, menyatakan bahwa Moskow tidak akan menerima penempatan infrastruktur militer NATO di Afghanistan maupun negara-negara tetangganya, dengan dalih atau nama apa pun.
Lavrov mengatakan bahwa pengalaman selama beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa kehadiran militer semacam itu dapat memicu ketidakstabilan dan meningkatkan konflik.
Menlu Rusia tersebut juga menekankan perlunya memperkuat kemampuan kontraterorisme Kabul, seraya menyatakan bahwa pemberian bantuan materi, teknis, dan tenaga ahli di bidang ini merupakan kepentingan bersama semua pihak, lansir Tolo News (5/10/2026).
Ia menggambarkan situasi kemanusiaan di Afghanistan masih sulit, dengan mengutip data PBB yang menunjukkan bahwa lebih dari 17 juta warga Afghanistan akan menghadapi kekurangan pangan pada musim dingin mendatang, sementara sekitar 22 juta orang akan membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Lavrov mengatakan diperlukan upaya di tingkat internasional maupun bilateral untuk memperbaiki situasi kemanusiaan, seraya menambahkan bahwa Rusia akan terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan. Menurutnya, pengiriman bantuan kemanusiaan Rusia berikutnya diperkirakan akan tiba di Afghanistan dalam satu atau dua bulan ke depan.
Menlu Rusia itu juga menyebutkan bahwa pihak berwenang Afghanistan telah menegaskan kembali komitmen mereka terhadap proyek-proyek energi regional, termasuk TAPI. Ia menambahkan bahwa rencana pengembangan kelistrikan lima tahun telah disetujui di Afghanistan dan perdagangan luar negeri negara tersebut dengan lebih dari 100 negara mencapai 14 miliar dolar AS pada tahun lalu.
Lavrov berharap pertemuan kedelapan Format Moskow ini dapat berkontribusi pada penguatan lebih lanjut Afghanistan sebagai negara yang mandiri dan stabil, serta membantu mendorong perdamaian dan saling pengertian di seluruh kawasan. (haninmazaya/arrahmah.id)
