RIYADH (Arrahmah.id) — Arab Saudi dan Qatar menyambut pernyataan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengecam serangan kelompok Houthi terhadap wilayah Saudi dan kapal-kapal komersial di kawasan, dilansir dari Al Jazeera, Ahad (9/8/2026).
Kementerian Luar Negeri Saudi dalam pernyataan pada Sabtu (8/8) menegaskan kembali komitmen Riyadh untuk menjaga keamanan dan kedaulatannya. Saudi juga menegaskan hak penuh untuk membela diri, warga negara, aset, serta fasilitasnya dari berbagai serangan dengan tetap mengikuti ketentuan hukum internasional.
Saudi juga menegaskan dukungannya terhadap pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta upaya utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, dalam mendorong tercapainya perdamaian, keamanan, dan stabilitas di negara tersebut.
Sementara itu, Qatar menyatakan menghargai pernyataan Dewan Keamanan PBB yang menegaskan pentingnya mematuhi hukum internasional dan resolusi-resolusi terkait, sekaligus menolak tindakan yang mengancam keamanan regional serta kebebasan dan hak navigasi maritim.
Qatar juga kembali menyatakan solidaritas penuh kepada Saudi dan mendukung langkah-langkah yang diambil Riyadh untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanannya.
"Keamanan Arab Saudi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan Qatar dan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC)," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.
Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Houthi
Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan pada Jumat (7/8), anggota Dewan Keamanan PBB mengecam serangan rudal yang dilancarkan Houthi terhadap Saudi sejak 13 Juli lalu.
Mereka juga mengecam serangan terhadap kapal-kapal komersial yang berlangsung sejak 22 Juli.
Dewan Keamanan turut menyoroti pendaratan pesawat di Bandara Internasional Sana'a dan Bandara Hodeidah pada Juli tanpa izin atau persetujuan pemerintah Yaman. Menurut Dewan Keamanan, tindakan tersebut melanggar aturan penerbangan sipil internasional.
Para anggota Dewan Keamanan kembali menegaskan komitmen kuat terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Yaman.
Mereka juga memperingatkan bahwa tindakan tersebut mengancam keamanan kawasan serta kebebasan dan hak navigasi, sekaligus berpotensi memicu eskalasi lebih lanjut dan menghambat upaya perdamaian, termasuk proses perdamaian di Yaman.
Dewan Keamanan PBB menyerukan kepada Houthi agar menahan diri dan tidak melakukan eskalasi. Semua pihak juga didorong menggunakan saluran dialog yang tersedia untuk menyelesaikan persoalan dan meredakan ketegangan.
(Samirmusa/arrahmah.id)
