Memuat...

Serangan 'Israel' di Gaza Tewaskan Lima Warga, Upaya Bunuh Ali al-Amoudi Diduga Gagal

Zarah Amala
Senin, 5 Oktober 2026 / 24 Rabiulakhir 1448 10:30
Serangan 'Israel' di Gaza Tewaskan Lima Warga, Upaya Bunuh Ali al-Amoudi Diduga Gagal
Penilaian 'Israel' menunjukkan bahwa upaya pembunuhan terhadap tokoh senior Hamas, Ali al-Amoudi, dalam serangan semalam di Kota Gaza kemungkinan besar gagal. (Foto: Media sosial, cuplikan video)

GAZA (Arrahmah.id) - Kementerian Kesehatan Gaza pada Ahad (4/10/2026) melaporkan sembilan warga Palestina gugur dan 18 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir akibat serangan 'Israel'.

Enam korban gugur akibat serangan terbaru, sementara tiga lainnya meninggal karena luka yang diderita sebelumnya. Dengan tambahan tersebut, jumlah warga Palestina yang gugur sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025 mencapai 1.454 orang, dengan 5.090 lainnya terluka. Sebanyak 835 jenazah juga telah ditemukan dalam periode tersebut.

Secara keseluruhan, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 74.237 warga Palestina gugur dan 175.206 lainnya terluka sejak Oktober 2023. Angka tersebut merupakan data yang dikeluarkan otoritas kesehatan Gaza dan belum diverifikasi secara independen.

Serangan 'Israel' dilaporkan masih berlangsung di sejumlah wilayah Gaza meski gencatan senjata telah diberlakukan.

Di tengah serangan tersebut, militer 'Israel' mengonfirmasi bahwa pihaknya melancarkan serangan udara ke sebuah apartemen di Gaza City dalam upaya menargetkan Ali al-Amoudi, salah satu tokoh senior Hamas yang disebut menjalankan kepemimpinan politik kelompok tersebut di Gaza.

Radio Angkatan Darat 'Israel' melaporkan pada Sabtu (3/10) malam bahwa penilaian sementara menunjukkan upaya tersebut kemungkinan gagal. Channel 12 juga melaporkan 'Israel' belum memperoleh konfirmasi bahwa al-Amoudi gugur meski beberapa jam telah berlalu.

Sebelumnya, penyiar publik 'Israel' KAN melaporkan bahwa militer 'Israel' memang berupaya membunuh al-Amoudi dalam serangan pada Jumat (2/10) malam menuju Sabtu. KAN menyebutnya sebagai pemimpin de facto Hamas di Gaza dan salah satu kandidat untuk secara resmi memimpin gerakan tersebut dalam pemilihan internal yang diperkirakan akan digelar.

Nasib al-Amoudi hingga kini belum diketahui secara pasti. Namanya tidak tercantum dalam daftar lima warga Palestina yang gugur dalam serangan terhadap sebuah apartemen di Gaza City pada Sabtu (3/10) dini hari.

Kelima korban tersebut adalah Maysa Abu Daoud, putrinya Maria Abu Daoud, Yasmin al-Boubou, Halloum al-Boubou, dan Bilal Ali Ouda. Empat di antaranya perempuan, termasuk Maysa dan Maria yang merupakan warga Palestina beragama Kristen. Enam orang lainnya terluka dalam serangan tersebut.

Militer 'Israel' mengatakan hasil serangan terhadap al-Amoudi masih dalam peninjauan. Belum ada kepastian apakah serangan yang menargetkan al-Amoudi merupakan serangan yang sama dengan yang menewaskan lima warga sipil tersebut.

Peran Al-Amoudi di Hamas

Sumber-sumber Hamas yang dikutip Anadolu menyebut al-Amoudi sebelumnya memimpin departemen media Hamas dan menjadi anggota biro politik gerakan tersebut.

Setelah Yahya Sinwar dan wakilnya, Rawhi Mushtaha, gugur pada 2024, peran al-Amoudi disebut semakin besar. Ia kemudian menjadi wakil Khalil al-Hayya yang saat itu memimpin Hamas di Gaza.

Setelah al-Hayya terpilih sebagai kepala biro politik Hamas pada Juli 2026, al-Amoudi disebut mengambil alih tanggung jawab menjalankan Hamas di Gaza sebagai pemimpin sementara hingga pemilihan pengganti. (zarahamala/arrahmah.id)