Memuat...

Anak Penjual Keripik Lolos Kedokteran UGM dan Kuliah Gratis, Kisah Tiara Julianti Wujudkan Mimpi Jadi Dokter

Ameera
Rabu, 15 Juli 2026 / 1 Safar 1448 13:19
Anak Penjual Keripik Lolos Kedokteran UGM dan Kuliah Gratis, Kisah Tiara Julianti Wujudkan Mimpi Jadi Dokter
Anak Penjual Keripik Lolos Kedokteran UGM dan Kuliah Gratis, Kisah Tiara Julianti Wujudkan Mimpi Jadi Dokter

YOGYAKARTA (Arrahmah.id) – Kerja keras, prestasi, dan dukungan keluarga mengantarkan Tiara Julianti (18) mewujudkan cita-citanya menjadi dokter.

Lulusan SMA Negeri 1 Tangerang itu berhasil diterima di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU).

Kebahagiaan Tiara semakin lengkap setelah ia juga memperoleh subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen, sehingga dapat menempuh pendidikan di UGM tanpa membayar biaya kuliah.

Berasal dari Keluarga Penjual Keripik

Di balik keberhasilannya, Tiara berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Sabdi (51), dan ibunya, Siti Rohani (41), sehari-hari bekerja sama menjalankan usaha berjualan keripik di Teluknaga, Tangerang, Banten.

Meski usaha mereka mengalami pasang surut, kedua orang tua Tiara tidak pernah berhenti memberikan dukungan agar putrinya terus mengejar pendidikan setinggi mungkin.

Bagi keluarga tersebut, keterbatasan ekonomi bukan menjadi alasan untuk menyerah, melainkan dorongan untuk terus berjuang demi masa depan yang lebih baik.

Mimpi Jadi Dokter Sejak Kecil

Tiara mengaku telah bercita-cita menjadi dokter sejak masih kecil. Keinginannya semakin kuat saat pandemi COVID-19, ketika ia melihat besarnya peran tenaga kesehatan dalam membantu masyarakat.

"Jadi dokter itu memang mimpi aku sejak kecil. Waktu pandemi, aku semakin yakin ingin bisa berdampak untuk masyarakat," ujar Tiara.

Konsisten Berprestasi Sejak Sekolah

Untuk meraih impiannya, Tiara terus mempertahankan prestasi akademik sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga SMA.

Tak hanya unggul di bidang akademik, ia juga aktif mengikuti berbagai organisasi, kompetisi, dan kegiatan ekstrakurikuler. Di antaranya Olimpiade Biologi, debat, karya tulis ilmiah, hingga berhasil meraih Juara II Kejuaraan Nasional Cheerleading.

Menurut Tiara, berbagai pengalaman tersebut membentuk dirinya menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan tidak mudah menyerah.

Sempat Gagal, Bangkit Berkat Dukungan Orang Tua

Perjalanan menuju bangku kuliah tidak selalu berjalan mulus. Tiara sempat gagal pada salah satu jalur seleksi perguruan tinggi.

Namun, kedua orang tuanya terus memberikan semangat agar ia tidak menyerah dan kembali mencoba.

"Kami hanya terus mendukung dan menyemangati. Alhamdulillah sekarang mimpinya tercapai," ujar sang ibu, Siti Rohani.

Rasa haru juga dirasakan sang ayah ketika mengetahui putrinya berhasil diterima di Fakultas Kedokteran UGM.

"Saya seperti mimpi. Tidak menyangka Tiara bisa diterima di Kedokteran UGM," kata Sabdi.

Kuliah Gratis Berkat Subsidi UKT 100 Persen

Setelah dinyatakan lolos di Fakultas Kedokteran UGM, Tiara kembali menerima kabar menggembirakan. Ia memperoleh subsidi UKT 100 persen dari UGM, sehingga tidak perlu membayar biaya kuliah.

Kesempatan tersebut menjadi jawaban atas kekhawatiran keluarganya mengenai biaya pendidikan.

"Setelah diterima di Kedokteran saja aku sudah sangat bersyukur. Saat tahu mendapat subsidi UKT 100 persen, rasanya lega sekali. Terima kasih UGM sudah memberikan kesempatan ini," ungkap Tiara.

Ingin Jadi Dokter Spesialis Mata

Ke depan, Tiara bercita-cita menjadi dokter yang tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

Ia berharap dapat melanjutkan pendidikan hingga menjadi dokter spesialis mata, karena prihatin melihat banyak generasi muda yang terlalu sering menggunakan gawai tanpa memperhatikan kesehatan mata.

Tiara juga berpesan kepada generasi muda agar tidak takut memiliki cita-cita yang tinggi.

"Jangan pernah takut bermimpi. Bermimpi itu gratis, yang penting terus berusaha," pesannya.

Kisah Tiara Julianti menjadi bukti bahwa kerja keras, prestasi, dan dukungan keluarga mampu membuka jalan menuju pendidikan tinggi.

Melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul dan subsidi UKT 100 persen, UGM memberikan kesempatan bagi mahasiswa berprestasi untuk mewujudkan mimpi mereka tanpa terhalang keterbatasan ekonomi.

(ameera/arrahmah.id)