Memuat...

Iran Serang Pangkalan AS di Yordania dan Teluk, Tutup Selat Hormuz

Zarah Amala
Rabu, 15 Juli 2026 / 1 Safar 1448 10:51
Iran Serang Pangkalan AS di Yordania dan Teluk, Tutup Selat Hormuz
Kuwait mengumumkan bahwa mereka telah mencegat beberapa drone Iran dalam beberapa hari terakhir (AFP).

AMMAN (Arrahmah.id) - Konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran meningkat drastis pada Rabu (15/7/2026) dini hari. Iran melancarkan serangkaian serangan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan pangkalan serta fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania, Kuwait, dan Bahrain, di tengah ketegangan yang kian memuncak setelah AS memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Militer Iran mengonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan gelombang serangan drone yang menyasar Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania, tempat di mana jet tempur F-18 dan fasilitas militer AS lainnya ditempatkan. Serangan tersebut dilaporkan terjadi dua kali dalam kurun waktu singkat.

Di Kuwait, militer setempat mengumumkan bahwa pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah drone "musuh" pada Rabu pagi (15/7). Meski demikian, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim telah menghancurkan pusat dukungan logistik militer AS di Pelabuhan Abdullah, Kuwait. Sehari sebelumnya, Kuwait juga melaporkan keberhasilan mereka mencegat enam rudal dan 33 drone, yang menyebabkan empat personel militer terluka dan kerusakan material akibat jatuhnya serpihan di berbagai lokasi.

Di Bahrain, otoritas setempat membunyikan sirine peringatan setelah adanya ancaman serangan rudal. IRGC mengeklaim target mereka di negara tersebut adalah fasilitas Armada Kelima Angkatan Laut AS.

Situasi di jalur perdagangan energi dunia semakin kritis setelah IRGC menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup selama agresi AS terus berlangsung. Ketegangan di jalur ini meningkat setelah penargetan dua kapal tanker minyak pada Selasa, yang menewaskan satu pelaut asal India dan melukai delapan lainnya. Iran memberikan peringatan keras kepada Washington dan sekutunya bahwa ekspor gas dan minyak di kawasan tersebut akan dibatasi bagi semua pihak jika akses mereka terus diganggu.

Hingga laporan ini diturunkan, Pentagon belum memberikan komentar resmi terkait serangan-serangan terbaru tersebut. Iran menyatakan bahwa aksi mereka merupakan balasan atas serangan berkelanjutan yang diluncurkan AS ke wilayah Iran sejak beberapa hari lalu, yang diklaim Washington sebagai respons atas gangguan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Negara-negara Teluk dan Yordania kini berada dalam status siaga tinggi, dengan pemerintah masing-masing melaporkan adanya korban jiwa di kalangan warga sipil dan kerusakan fasilitas non-militer akibat serangan tersebut, menandai fase baru yang berbahaya dalam konflik regional ini. (zarahamala/arrahmah.id)