Memuat...

Drone 'Israel' Bom Kafe di Al-Mawasi Khan Yunis, Korban Jiwa Pasca-Perjanjian Damai Tembus 1.000 Orang

Zarah Amala
Kamis, 18 Juni 2026 / 3 Muharam 1448 11:19
Drone 'Israel' Bom Kafe di Al-Mawasi Khan Yunis, Korban Jiwa Pasca-Perjanjian Damai Tembus 1.000 Orang
Korban tewas pelanggaran gencatan senjata 'Israel' Tembus 1.005 jiwa (Foto: tangkapan video)

KHAN YUNIS (Arrahmah.id) - Situasi di jalur evakuasi kemanusiaan Jalur Gaza kembali memanas setelah sebuah drone militer 'Israel' meluncurkan serangan udara ke sebuah kafe di jalan pesisir Al-Rashid, kawasan Al-Mawasi, Khan Younis Barat, pada Rabu malam (17/6/2026). Serangan mendadak di wilayah pantai yang padat pengungsi tersebut menewaskan sedikitnya dua warga sipil dan melukai beberapa orang lainnya.

Berdasarkan rekaman video lapangan yang disiarkan oleh Al Jazeera Mubasher, sebuah drone tempur 'Israel' melepaskan minimal satu rudal ke arah kerumunan warga yang tengah berada di dalam kafe harian tersebut. Otoritas medis di Kompleks Medis Nasser, Khan Yunis, mengonfirmasi telah menerima dua jenazah korban gugur dan sejumlah korban luka-luka. Pihak rumah sakit menambahkan bahwa beberapa korban selamat saat ini berada dalam kondisi kritis, yang berpotensi menaikkan jumlah korban tewas.

Kementerian Kesehatan di Gaza merilis data terbaru mengenai akumulasi korban jiwa akibat rentetan pelanggaran militer 'Israel', yang dihitung secara spesifik sejak resmi berlakunya perjanjian gencatan senjata pada Oktober 2025 lalu.

Jumlah korban yang terus berjatuhan pasca-perjanjian damai di Jalur Gaza menunjukkan angka yang terus meningkat, di mana tercatat adanya 1.005 warga Palestina yang gugur sebagai korban jiwa baru akibat rentetan serangan sporadis dan penembakan di area perbatasan selama masa gencatan senjata berjalan.

Selain itu, terdapat 3.157 orang korban luka baru yang mengalami cedera dengan berbagai tingkat keparahan medis. Dalam beberapa bulan terakhir, tim penyelamat lokal juga berhasil melakukan evakuasi puing-puing dan mengangkat sebanyak 784 jenazah dari bawah reruntuhan bangunan sipil yang hancur.

Kendati demikian, proses kemanusiaan ini menghadapi kendala lapangan yang berat. Pihak Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa masih banyak korban jiwa yang tertimbun di bawah puing-puing bangunan serta tergeletak di jalur-jalur isolasi akibat adanya blokade militer 'Israel' yang secara konsisten mempersulit ruang gerak serta pergerakan armada ambulans dan tim penyelamat (civil defense).

Serangan udara di Al-Mawasi ini memperpanjang daftar hitam korban dari perang destruktif yang dimulai sejak 8 Oktober 2023. Secara keseluruhan, perang tersebut telah merenggut nyawa lebih dari 73.000 warga Palestina dan menyebabkan 173.000 orang lainnya luka-luka, di mana sebagian besar dari total korban tersebut merupakan kelompok rentan anak-anak dan perempuan.

Insiden ini terjadi justru di tengah momentum diplomasi regional, di mana faksi-faksi perlawanan dan mediator internasional tengah intensif merumuskan transisi menuju Fase Kedua perdamaian, yang kembali ternoda oleh ketidakpatuhan militer 'Israel' di garis demarkasi lapangan. (zarahamala/arrahmah.id)