Memuat...

Laporan Intelijen Ungkap Pengurasan Cadangan Rudal, Trump Berang

Zarah Amala
Jumat, 7 Agustus 2026 / 24 Safar 1448 11:04
Laporan Intelijen Ungkap Pengurasan Cadangan Rudal, Trump Berang
Iran menggunakan rudal balistik dalam perang tersebut, beberapa di antaranya berhasil menargetkan pangkalan Amerika atau situs Israel (Reuters).

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Laporan investigatif dari berbagai media terkemuka AS mengungkapkan bahwa militer Amerika Serikat telah menguras sebagian besar cadangan strategis rudal presisi dan amunisi pertahanan udaranya akibat konflik berkepanjangan dengan Iran yang meletus sejak akhir Februari lalu. Kebocoran informasi ini memicu kemarahan Presiden Donald Trump karena dinilai memperlihatkan kelemahan militer Washington di tengah fase krusial perundingan.

​Berdasarkan laporan CNN yang mengutip para pejabat pertahanan, militer AS tercatat telah menghabiskan sekitar 80% dari total persediaan rudal pencegat untuk sistem pertahanan anti-balistik THAAD (Terminal High Altitude Area Defense). Selain itu, Washington juga telah mengonsumsi hampir separuh dari cadangan rudal pencegat sistem Patriot.

​Kondisi tersebut dikonfirmasi oleh para pemimpin militer di Pentagon yang memperingatkan bahwa tingkat persediaan amunisi kini telah merosot ke tahap yang mengkhawatirkan. Penipisan stok pertahanan udara ini turut memicu kekhawatiran mendalam di kalangan sekutu AS di kawasan Teluk yang bergantung pada sistem pertahanan tersebut untuk menangkis potensi serangan rudal dan drone dari Teheran.

Majalah The Atlantic melaporkan bahwa persediaan rudal jarak jauh dan amunisi canggih AS kini tersisa kurang dari 20% dari target ideal yang ditetapkan Pentagon, sebuah kondisi yang dinilai membatasi kemampuan respons strategis Washington jika menghadapi ancaman potensial di kawasan Asia. Data serupa juga dirilis oleh Reuters, yang menyebutkan bahwa militer AS bahkan telah menggunakan hampir seluruh persediaan global untuk sistem rudal taktis darat (ATACMS) dan rudal presisi jarak jauh (PrSM).

​Di sisi lain, Presiden Donald Trump dengan tegas membantah laporan-laporan tersebut. Dalam keterangan persnya, Trump mengeklaim bahwa Amerika Serikat masih memiliki jumlah amunisi yang luar biasa besar dengan pasokan untuk jenis amunisi tertentu yang dinilainya hampir tak terbatas.

​Trump, yang meluapkan kemarahannya atas kebocoran informasi rahasia tersebut, mengecam keras pihak-pihak yang menyebarkan laporan mengenai krisis rudal ini dan mengancam akan mengambil tindakan hukum serta memenjarakan penyebar informasi yang ia sebut sebagai "berita menyesatkan". (zarahamala/arrahmah.id)