Memuat...

Foto Penyiksaan Tahanan Palestina di Penjara "Israel" Menggemparkan Dunia, Dua Ibu Gaza Sama-sama Yakin Itu Putra Mereka

Samir Musa
Ahad, 5 Juli 2026 / 20 Muharam 1448 10:39
Foto Penyiksaan Tahanan Palestina di Penjara "Israel" Menggemparkan Dunia, Dua Ibu Gaza Sama-sama Yakin Itu Putra Mereka
Foto tahanan asal Gaza yang menyingkap praktik-praktik yang dilakukan pasukan pendudukan 'Israel'.(Reuters)

GAZA (Arrahmah.id)  – Sebuah foto yang memperlihatkan seorang tahanan Palestina dalam kondisi mengenaskan saat berada dalam tahanan "Israel" mengguncang warga Gaza. Foto tersebut memunculkan harapan sekaligus penderitaan bagi dua ibu Palestina yang sama-sama meyakini bahwa pria dalam gambar itu adalah putra mereka yang hilang.

Dilansir Al Jazeera mengutip Reuters, Sabtu (4/7/2026), foto yang beredar luas di media sosial itu memperlihatkan seorang pria dengan mata tertutup, hanya mengenakan pakaian dalam, dibaringkan tengkurap di atas ranjang kecil dengan tangan terikat di belakang punggung. Kaki kanannya diikat ke sudut ranjang, sementara sebatang kayu dipasang membentang di sepanjang punggungnya hingga ke leher.

Unggahan tersebut disertai tulisan berbahasa Ibrani yang berarti "Selamat pagi". Meski foto itu telah memicu kecaman luas, otoritas "Israel" tidak membantah keaslian gambar tersebut, namun hingga kini belum mengungkap identitas tahanan maupun lokasi penahanannya.

Rana Abu Nassar, ibu dari tahanan Palestina Osama Abu Nassar yang ditahan oleh 'Israel'. (Reuters)

Situasi itu membuat dua ibu asal Gaza, Rana Abu Nassar dan Jawdah Al-Ghoul, sama-sama yakin bahwa pria yang mengalami penyiksaan tersebut adalah putra mereka.

Rana Abu Nassar meyakini pria dalam foto itu adalah putranya, Osama, yang ditangkap pada Maret 2026 di dekat garis pemisah di Jalur Gaza. Ia mengaku mengenali putranya dari ciri fisik berupa pembengkakan pada kaki dan bekas luka di betis yang tampak serupa dengan foto tersebut.

Osama sebelumnya menjadi sorotan internasional karena ditangkap bersama anaknya yang masih berusia satu tahun. Sang anak dibebaskan pada hari yang sama, sementara keluarga menyebut kedua kakinya ditemukan dengan bekas luka yang diduga akibat puntung rokok.

Menurut Rana, putranya mengalami gangguan psikologis sehingga ia meyakini Osama tidak memahami risiko ketika berada di kawasan yang dikenal sangat berbahaya di dekat garis pembatas.

Jawdah Al-Ghoul, ibu dari tahanan Palestina Amin Al-Ghoul, bersama sejumlah anggota keluarganya. (Reuters)

Di sisi lain, Jawdah Al-Ghoul juga bersikeras bahwa pria dalam foto itu adalah putranya, Amin Al-Ghoul, yang ditangkap pada November 2023 saat berusaha berpindah dari Gaza selatan menuju Gaza utara.

Dari kamp pengungsian di Kota Gaza, Jawdah mengatakan dirinya langsung mengenali putranya dari bentuk rambut dan janggutnya. Ia mengaku memeluk telepon genggamnya sambil menangis setelah melihat foto tersebut.

Foto itu kembali memunculkan sorotan terhadap perlakuan terhadap tahanan Palestina di penjara "Israel".

Pengacara Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina, Khaled Mahajneh, menyebut gambar tersebut sebagai "bukan sekadar foto penangkapan, melainkan foto teror." Menurutnya, foto itu menggambarkan bagaimana seorang warga Palestina kehilangan martabat kemanusiaannya hanya karena identitasnya.

Kecaman juga datang dari organisasi "Breaking the Silence", kelompok veteran tentara "Israel" yang mengkritik kebijakan militer negaranya. Melalui akun resminya di platform X, organisasi itu menyatakan bahwa foto tersebut menunjukkan seorang pria Palestina yang diculik, diikat, dan ditutup matanya dengan cara yang sengaja dibuat menghina.

Kelompok itu bahkan menegaskan bahwa penyiksaan merupakan bagian dari kebijakan "Israel". Mereka juga menyoroti keputusan militer "Israel" yang disebut kembali mengaktifkan sejumlah prajurit yang sebelumnya dituduh menyiksa tahanan Palestina, meski terdapat bukti visual dan laporan luka berat yang dialami korban.

Menurut data yang dikutip dalam laporan, sekitar 1.200 warga Palestina asal Jalur Gaza saat ini ditahan oleh "Israel" berdasarkan undang-undang yang memungkinkan penahanan tanpa batas waktu terhadap mereka yang diduga memiliki keterkaitan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan aktivitas pertempuran.

Sementara itu, Amani Sarahneh dari Klub Tahanan Palestina mengatakan organisasinya telah menyerahkan nama kedua pria yang diduga berada dalam foto tersebut kepada militer "Israel" agar pengacara dapat memperoleh akses dan memastikan identitas sebenarnya.

Hingga kini, identitas pria dalam foto itu masih belum dipastikan, sementara dua keluarga Palestina terus menunggu kabar tentang nasib putra mereka.

(Samirmusa/arrahmah.id)