BINT JBEIL (Arrahmah.id) - Tentara pendudukan 'Israel' mengakui bahwa salah satu tentaranya mengalami luka serius dalam sebuah konfrontasi jarak dekat di kota Bint Jbeil, Lebanon selatan, pada Kamis (2/7/2026).
Menurut laporan Israeli Army Radio, insiden bermula ketika pasukan dari Brigade ke-679 (Yiftah) memasuki sebuah bangunan di Bint Jbeil. Di dalam gedung tersebut, mereka berhadapan dengan seorang prajurit Hizbullah yang melepaskan tembakan dari jarak dekat.
Bentrokan tersebut mengakibatkan satu tentara 'Israel' terluka serius dan dua lainnya menderita luka-luka, sehingga total korban dari pihak 'Israel' dalam insiden ini mencapai tiga orang. Pasca-kontak tembak, pesawat tempur Israel membombardir bangunan tersebut sebelum pasukan pendudukan meluncurkan operasi pencarian terhadap pejuang yang hingga saat ini keberadaannya tidak diketahui.
Insiden ini terjadi di tengah tetap bertahannya pasukan pendudukan 'Israel' di beberapa wilayah Lebanon selatan, meskipun telah ada kerangka gencatan senjata yang disponsori oleh Amerika Serikat dan kesepahaman regional untuk menghentikan permusuhan.
Bentrokan di Bint Jbeil ini menyusul serangkaian serangan intensif yang menargetkan pasukan pendudukan dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin (29/6/2026), sebuah alat peledak menghantam pos komando lapangan wakil komandan Brigade Komando di Aita al-Shaab, yang melukai dua tentara cadangan dengan salah satunya dalam kondisi kritis.
Sehari sebelumnya, pada Ahad (28/6/2026), seorang kapten yang memimpin peleton di Batalion ke-12 Brigade Golani tewas dan seorang tentara lainnya terluka dalam konfrontasi di Deir Seryan.
Berdasarkan data yang dikutip oleh Israeli Channel 12, eskalasi ini merupakan bagian dari aktivitas militer Hizbullah yang mencapai 637 operasi antara 17 April hingga 20 Juni 2026, dengan rincian 440 operasi dilakukan di dalam zona "garis kuning" dan 187 operasi di wilayah pendudukan Palestina.
Data tersebut juga merinci bahwa operasi perlawanan ini mencakup 402 serangan roket, 42 operasi pertahanan udara, 31 serangan rudal anti-tank, serta berbagai pertempuran langsung dengan pasukan pendudukan 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)
