Memuat...

90 Ribu Tentara "Israel" Jadi Korban Perang Gaza, Sistem Rehabilitasi Militer Terancam Kolaps

Samir Musa
Sabtu, 4 Juli 2026 / 19 Muharam 1448 21:15
90 Ribu Tentara "Israel" Jadi Korban Perang Gaza, Sistem Rehabilitasi Militer Terancam Kolaps
964 perwira dan tentara tewas sejak dimulainya perang di Jalur Gaza. (Getty Images)

TEL AVIV (Arrahmah.id) – Media "Israel" melaporkan bahwa jumlah tentara yang mengalami luka fisik maupun gangguan psikologis sejak dimulainya agresi ke Jalur Gaza pada Oktober 2023 telah mencapai sekitar 90.000 orang. Di tengah lonjakan korban tersebut, sistem rehabilitasi militer kini disebut berada di ambang kehancuran akibat krisis pendanaan.

Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (4/7/2026), berdasarkan laporan Channel 12 "Israel", sekitar 26.000 dari total korban tersebut menjalani perawatan psikologis, sementara ribuan lainnya membutuhkan rehabilitasi fisik akibat luka yang diderita selama perang.

Kementerian Pertahanan "Israel" memperingatkan bahwa peningkatan jumlah korban yang sangat besar membuat setiap keterlambatan dalam proses rehabilitasi berpotensi menyebabkan runtuhnya sistem rehabilitasi bagi tentara yang terluka.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa Divisi Rehabilitasi di bawah Kementerian Pertahanan, yang bertanggung jawab menangani para tentara yang terluka, kini berada di ambang kolaps setelah Kementerian Keuangan menolak memberikan tambahan anggaran karena keterbatasan dana.

Sebuah komite yang dibentuk untuk mengatasi persoalan tersebut sebelumnya merekomendasikan alokasi dana sebesar 2 miliar shekel per tahun bagi divisi rehabilitasi. Namun, menjelang penandatanganan keputusan itu, Kementerian Keuangan menyatakan tidak tersedia anggaran untuk memenuhi rekomendasi tersebut.

Perselisihan pun mencuat antara kedua kementerian. Kementerian Keuangan meminta Kementerian Pertahanan menutupi kebutuhan dana melalui efisiensi anggaran internal. Sebaliknya, Kementerian Pertahanan menuduh Kementerian Keuangan menghambat pelaksanaan rekomendasi komite sekaligus melemparkan tanggung jawab atas krisis tersebut.

Krisis ini terjadi ketika operasi militer "Israel" masih terus berlangsung, termasuk di wilayah Lebanon selatan, sehingga jumlah korban di kalangan tentaranya terus bertambah.

Menurut data terbaru yang diumumkan militer "Israel", sebanyak 964 perwira dan tentara dilaporkan tewas sejak dimulainya perang di Jalur Gaza.

Meski demikian, "Israel" menerapkan sensor militer yang ketat terhadap publikasi informasi mengenai kerugian personel maupun material selama operasi militer. Karena itu, sejumlah pengamat menilai angka resmi yang dipublikasikan kemungkinan tidak mencerminkan keseluruhan jumlah korban yang sebenarnya.

(Samirmusa/arrahmah.id)