Memuat...

Brigade Al-Qassam Rilis Video Pengembangan Artileri Sebelum Operasi Banjir Al-Aqsha

Zarah Amala
Sabtu, 4 Juli 2026 / 19 Muharam 1448 12:37
Brigade Al-Qassam Rilis Video Pengembangan Artileri Sebelum Operasi Banjir Al-Aqsha
Cuplikan dari video yang dirilis oleh Brigade Al-Qassam untuk berduka atas kematian komandan batalyon artileri di Brigade Gaza, Muhammad Jarada (Telegram: Al-Qassam)

GAZA (Arrahmah.id) - Brigade Asy-Syahid Izzuddin Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, merilis sebuah rekaman video yang mendokumentasikan proses pengembangan unit artileri mereka di Kota Gaza. Video tersebut sekaligus menjadi penghormatan resmi bagi almarhum komandan lapangan, Muhammad Mahmoud Jarada, yang gugur pada 8 Juli 2024.

Rekaman tersebut menampilkan cuplikan eksklusif latihan unit artileri, termasuk peluncuran roket dan mortir selama masa persiapan menjelang pertempuran Banjir Al-Aqsha pada 7 Oktober 2023. Video ini menyoroti partisipasi Muhammad Jarada, yang memegang pangkat komandan batalion dan memimpin unit artileri Brigade Gaza, dalam operasi penembakan roket dan mortir terhadap konsentrasi pasukan pendudukan 'Israel' yang menyusup ke wilayah Gaza.

Dalam rekaman arsip yang ditampilkan, Muhammad Jarada sempat memberikan arahan kepada pasukannya sebelum pertempuran dimulai. "Kami telah mengerahkan segala kemampuan, melalui persiapan selama bertahun-tahun. Setiap pertempuran yang datang harus disertai dengan kejutan dan eskalasi serangan," ujarnya. Ia juga menjanjikan "hujan api" dengan intensitas yang jauh lebih besar daripada yang pernah terlihat dalam latihan militer.

Video tersebut menarik perhatian publik karena menampilkan Muhammad Jarada bersama sejumlah komandan tinggi Brigade Al-Qassam yang telah gugur dalam operasi pembunuhan atau pertempuran langsung. Di antara mereka terdapat mantan kepala staf Brigade Al-Qassam Izzuddin Al-Haddad, serta komandan terkemuka lainnya seperti Raed Saad, Jamal al-Zubda, Ayman Siam, Wissam Farhat, dan Bassem Issa.

Dalam pesan suara yang direkam pada subuh 7 Oktober 2023, Komandan Umum Brigade Al-Qassam, Muhammad Deif, menyatakan dimulainya operasi Banjir Al-Aqsha dengan serangan gelombang pertama yang menargetkan posisi, pangkalan militer, dan benteng pertahanan musuh. Ia menyebut bahwa lebih dari 5.000 roket dan proyektil ditembakkan hanya dalam 20 menit pertama.

Analis militer menilai bahwa serangan roket tersebut bukan sekadar serangan mandiri, melainkan pilar utama dalam rencana militer komprehensif yang bertujuan memfasilitasi serangan darat. Serangan ini berhasil mencapai beberapa target taktis, di antaranya melumpuhkan sistem pertahanan Iron Dome, menyediakan perlindungan tembakan (fire umbrella), menetralkan alat pengawasan dan angkatan udara musuh, serta menciptakan kekacauan di pihak militer 'Israel'. Serangan tersebut tercatat menewaskan sekitar 20 orang 'Israel', termasuk tentara, dan melukai puluhan lainnya. (zarahamala/arrahmah.id)