Memuat...

Gelombang Panas Ekstrem Landa AS, Ganggu Perayaan HUT ke-250 Amerika

Zarah Amala
Sabtu, 4 Juli 2026 / 19 Muharam 1448 12:48
Gelombang Panas Ekstrem Landa AS, Ganggu Perayaan HUT ke-250 Amerika
Aksi terjun payung Angkatan Darat AS untuk memperingati ulang tahun ke-250 kemerdekaan merupakan bagian dari rangkaian acara yang diadakan di Washington pada Jumat (AFP).

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat bagian tengah dan timur memaksa pihak berwenang membatalkan atau menunda puluhan parade, konser, dan pertunjukan kembang api dalam perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat ke-250 pada Jumat (3/7/2026).

Di Washington D.C., suhu mencapai 38 derajat Celcius. Hal ini memaksa penyelenggara menutup sementara Great United States Exhibition di National Mall, salah satu acara utama perayaan yang diinisiasi Presiden Donald Trump. Penyelenggara sempat berupaya menyesuaikan lokasi dengan menyediakan tenda pendingin dan stasiun penyemprot air agar acara bisa tetap berjalan.

Di tingkat negara bagian, acara perayaan di sedikitnya tujuh negara bagian dilaporkan batal, termasuk parade besar Hari Kemerdekaan di Philadelphia, serta berbagai acara di Takoma Park (Maryland) dan Loudoun County (Virginia).

Layanan Cuaca Nasional (NWS) telah mengeluarkan peringatan bahaya panas bagi lebih dari 185 juta penduduk di seluruh negeri. Diperkirakan indeks panas di banyak wilayah bisa mencapai 46 derajat Celcius. Pejabat pemerintah dan pakar cuaca memperingatkan bahwa gelombang panas ini berpotensi mematikan. Warga yang merayakan libur 4 Juli di luar ruangan diimbau untuk terus terhidrasi, tetap berada di tempat teduh, dan waspada terhadap gejala penyakit terkait panas.

Gelombang panas yang berkepanjangan ini juga memberikan tekanan berat pada jaringan listrik nasional. Selain itu, jadwal pertandingan Piala Dunia yang berlangsung Jumat ini ikut terdampak. Salah satu pertandingan, yakni Argentina melawan Tanjung Verde di Miami, berlangsung dalam suhu 38 derajat Celcius di stadion yang tidak dilengkapi sistem pendingin ruangan (AC). Pertandingan Prancis melawan Paraguay yang dijadwalkan hari Sabtu di Philadelphia juga diantisipasi berlangsung dengan indeks panas mencapai 40 derajat Celcius.

Kota New York bersiap menghadapi rekor suhu tertinggi. Mengingat tingkat kelembapan yang tinggi, indeks panas di Boston diperkirakan mencapai 41 derajat Celcius, Philadelphia 44 derajat, dan Washington 45 derajat Celcius.

Wali Kota New York, Zahran Mandani, mendesak penduduk untuk tetap tenang, waspada, dan saling menjaga tetangga. Pemerintah kota telah mengubah ratusan gedung publik menjadi pusat pendingin, menerjunkan relawan untuk memantau kelompok masyarakat rentan, serta memperpanjang jam operasional kolam renang umum di seluruh penjuru kota.

Para ahli mencatat bahwa meskipun banyak bangunan di Amerika dilengkapi dengan AC, gelombang panas tetap menjadi fenomena cuaca yang memakan lebih banyak korban jiwa dibandingkan angin topan atau banjir. Kekhawatiran utama pemerintah saat ini adalah durasi serta intensitas gelombang panas yang tinggi, terutama suhu malam hari yang tidak menurun, sehingga membahayakan kelompok rentan dan mengancam stabilitas infrastruktur energi. (zarahamala/arrahmah.id)