Memuat...

Afghanistan Melarang Masuknya Mata Uang Iran dan Pakistan

Hanin Mazaya
Jumat, 19 Juni 2026 / 4 Muharam 1448 06:14
Afghanistan Melarang Masuknya Mata Uang Iran dan Pakistan
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Bank Sentral Afghanistan telah mengumumkan larangan masuknya mata uang Iran dan Pakistan ke Afghanistan.

Bank sentral mengatakan langkah ini bertujuan untuk menjaga nilai afghani dan mendesak para pedagang, penukar uang, perusahaan transportasi, dan pelancong untuk tidak membawa mata uang tersebut ke negara itu.

Bank tersebut menekankan bahwa afghani telah mempertahankan stabilitas relatif dibandingkan dengan banyak mata uang regional, menambahkan bahwa melindungi mata uang nasional sangat penting untuk memperkuat perekonomian negara, lansir Tolo News (18/6/2026).

Haseebullah Noori, juru bicara bank, mengatakan: “Langkah ini diambil untuk mendorong penggunaan afghani dan mencegah penggunaan mata uang asing dalam transaksi perdagangan dengan negara-negara di kawasan dan sekitarnya.”

Sebelumnya, toman Iran dan rupee Pakistan umum digunakan di beberapa daerah di sepanjang perbatasan Afghanistan dengan Pakistan dan Iran, khususnya dalam transaksi perdagangan dengan kedua negara tersebut.

Beberapa analis ekonomi percaya bahwa, jika diimplementasikan secara efektif, kebijakan ini dapat memperkuat posisi afghani, mengurangi fluktuasi di pasar mata uang, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap mata uang nasional.

Sayed Masoud, seorang analis ekonomi, mengatakan: “Afghani memiliki nilai yang kuat di kawasan ini. Bahkan, mata uang negara-negara tetangga dianggap sebagai mata uang yang lemah dibandingkan dengan afghani.”

Shamsurrahman Ahmadzai, analis ekonomi lainnya, mengatakan: “Langkah ini seharusnya diambil lebih awal, tetapi sekarang masih merupakan waktu yang tepat untuk menghentikan penggunaan mata uang tersebut agar afghani dapat mempertahankan nilainya dan mendapatkan pengakuan yang lebih besar secara internasional.”

Stabilitas relatif afghani dalam beberapa bulan terakhir telah digambarkan oleh para pejabat Imarah Islam sebagai salah satu pencapaian ekonomi utama negara tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)