Memuat...

Kemhan Hentikan Latsarmil Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Diganti Latihan Bela Negara dan Manajerial

Ameera
Selasa, 30 Juni 2026 / 15 Muharam 1448 13:39
Kemhan Hentikan Latsarmil Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Diganti Latihan Bela Negara dan Manajerial
Kemhan Hentikan Latsarmil Calon Manajer Koperasi Merah Putih, Diganti Latihan Bela Negara dan Manajerial

JAKARTA (Arrahmah.id) – Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghentikan pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Sebagai penggantinya, Kemhan menerapkan konsep pelatihan baru yang diberi nama Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, dengan materi yang lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan mengelola koperasi.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan setelah insiden meninggalnya lima peserta selama mengikuti program latihan sebelumnya.

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," ujar Rico di Jakarta, Senin (29/6).

Menurut Rico, evaluasi tersebut juga berdampak pada perubahan materi pelatihan. Berbagai aktivitas yang bersifat teknis dan taktis kemiliteran akan dikurangi secara signifikan, termasuk latihan menembak yang tidak lagi menjadi bagian dari kurikulum.

Sebaliknya, pelatihan akan difokuskan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama tim, rasa tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial agar peserta mampu mengelola koperasi secara profesional.

Selain perubahan materi, Kemhan juga memperketat aspek kesehatan peserta. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh sebelum pelatihan dimulai agar kondisi fisik setiap peserta dapat diketahui sejak awal.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan bahwa evaluasi kesehatan dilakukan atas arahan langsung Menteri Pertahanan.

"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat.

Hasil pemeriksaan kesehatan tersebut nantinya menjadi dasar bagi satuan TNI yang bertugas sebagai pelatih untuk menyesuaikan intensitas latihan fisik sesuai kemampuan masing-masing peserta.

Kemhan juga menginstruksikan agar penanganan medis terhadap peserta yang mengalami gangguan kesehatan dilakukan secara cepat dan maksimal guna mencegah terulangnya kejadian yang tidak diinginkan.

Tak hanya aspek kesehatan, metode pembelajaran juga mengalami perubahan. Pelatihan kini dirancang agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta.

Metode pembelajaran akan lebih menekankan kerja sama, kemampuan memecahkan masalah (problem solving), komunikasi, dan suasana belajar yang lebih kondusif tanpa menghilangkan tujuan utama pembentukan kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan.

Dengan perubahan tersebut, pemerintah berharap para calon pengelola Koperasi Merah Putih tetap memperoleh pembinaan karakter yang kuat, namun dengan pendekatan yang lebih aman, manusiawi, dan relevan dengan tugas mereka sebagai pengelola koperasi di masyarakat.

(ameera/arrahmah.id)