Memuat...

Freedom Flotilla Siapkan Misi Baru Tembus Blokade Gaza

Zarah Amala
Senin, 7 September 2026 / 26 Rabiulawal 1448 11:10
Freedom Flotilla Siapkan Misi Baru Tembus Blokade Gaza
Kapal "Kate" berlayar dari Bristol di Inggris Raya untuk misi baru bagi Freedom Flotilla Coalition (Koalisi Armada Kebebasan).

GAZA (Arrahmah.id) - Freedom Flotilla Coalition mengumumkan misi pelayaran baru untuk berupaya menembus blokade 'Israel' terhadap Jalur Gaza. Misi tersebut juga ditujukan untuk menolak berlanjutnya perang dan menyerukan pemenuhan hak dasar warga Palestina.

Dalam pernyataannya, International Committee to Break the Siege on Gaza, bagian dari koalisi tersebut, mengatakan berbagai tindakan kekerasan yang dialami ratusan relawan dalam misi sebelumnya tidak akan menghentikan upaya mereka.

Mereka menyebut para relawan sebelumnya mengalami pemukulan, sengatan listrik berulang, kekerasan seksual, penculikan, dan penahanan oleh pasukan Israel. Mereka juga menyinggung insiden kapal Mavi Marmara pada 2010 yang menewaskan 10 aktivis.

Misi terbaru akan melibatkan perjalanan kapal dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain di Eropa. Para peserta terdiri atas aktivis hak asasi manusia, serikat pekerja, anggota parlemen, jurnalis, dan tenaga medis.

Setelah kapal Handala 2 melakukan perjalanan ke Norwegia, Swedia, dan Denmark pada Juni-Juli 2026, kapal Kate berangkat dari Bristol, Inggris. Kapal tersebut kemudian dijadwalkan singgah di Irlandia, Jerman, Prancis, Spanyol, Portugal, dan Italia sebelum mencoba mencapai Gaza pada Oktober mendatang.

Di setiap pelabuhan, penyelenggara berencana menggelar aksi publik, pertemuan, serta kegiatan media untuk mendorong pemerintah menghentikan dukungan militer dan energi kepada 'Israel', mengakhiri kerja sama diplomatik dan militer, serta menjatuhkan sanksi guna mengakhiri blokade Gaza.

Anggota komite pengarah Freedom Flotilla, Huwaida Arraf, mengatakan misi tersebut kembali digelar karena pemerintah dinilai gagal memenuhi kewajiban mereka terhadap warga Palestina.

Juru bicara International Committee to Break the Siege on Gaza mengatakan para peserta menyadari risiko besar dalam pelayaran menuju Gaza. Namun, menurutnya, diam dan tidak bertindak juga memiliki konsekuensi besar bagi warga Palestina.

Freedom Flotilla Coalition menyerukan kepada pemerintah agar menjamin perjalanan kapal menuju Gaza berlangsung aman dan tanpa hambatan. Mereka juga meminta akses segera dan tanpa pembatasan terhadap makanan, air, obat-obatan, serta bantuan kemanusiaan lainnya bagi warga Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)