Memuat...

Irak Tegaskan Kembali Komitmennya untuk Mencegah Penggunaan Wilayahnya untuk Menyerang Negara Lain

Hanin Mazaya
Ahad, 2 Agustus 2026 / 19 Safar 1448 17:23
Irak Tegaskan Kembali Komitmennya untuk Mencegah Penggunaan Wilayahnya untuk Menyerang Negara Lain
PM Irak, Ali Falih Kadhim al-Zaidi. (Foto: AFP)

BAGHDAD (Arrahmah.id) - Perdana Menteri Irak dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Ali Falih Al-Zaidi, pada Sabtu (1/8/2026) menegaskan kembali bahwa Irak tidak akan membiarkan wilayahnya digunakan sebagai landasan peluncuran atau jalur transit untuk serangan terhadap negara-negara tetangga atau negara-negara sahabat, menggarisbawahi komitmen pemerintahnya terhadap stabilitas regional dan hubungan bertetangga yang baik.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Media Perdana Menteri, Al-Zaidi menyampaikan pernyataan tersebut selama pertemuan darurat yang diadakan untuk meninjau perkembangan keamanan regional. Ia menekankan perlunya mencegah ancaman atau pelanggaran keamanan apa pun yang berasal dari wilayah Irak dan mengarahkan pembentukan komite keamanan gabungan untuk mengatasi tantangan yang muncul dan mengembangkan langkah-langkah untuk mencegah insiden serupa terulang kembali, lansir SANA (2/8).

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa perdana menteri juga menginstruksikan lembaga-lembaga keamanan untuk menegakkan hukum, memperkuat keamanan dan stabilitas, dan melaksanakan tanggung jawab mereka dalam menjaga kedaulatan Irak sambil memperkuat prinsip-prinsip hubungan bertetangga yang baik.

Ditambahkan bahwa angkatan bersenjata Irak tetap sepenuhnya siap untuk menggagalkan setiap upaya yang menargetkan negara-negara tetangga di lingkungan regional Irak. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk mencegah wilayah Irak digunakan sebagai landasan peluncuran atau jalur transit untuk serangan terhadap negara-negara tetangga dan negara-negara sahabat, sejalan dengan tanggung jawabnya untuk melindungi kedaulatan nasional dan menegakkan hukum internasional.

Al-Zaidi mengulangi posisi yang sama pada Senin setelah pengumuman Arab Saudi bahwa pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan drone yang diluncurkan dari wilayah Irak yang berupaya menargetkan fasilitas minyak di Provinsi Timur Kerajaan dan wilayah Riyadh. (haninmazaya/arrahmah.id)