Memuat...

Dua Tanker Diserang Proyektil Tak Dikenal di Selat Hormuz

Zarah Amala
Kamis, 1 Oktober 2026 / 20 Rabiulakhir 1448 13:17
Dua Tanker Diserang Proyektil Tak Dikenal di Selat Hormuz
Sebuah kapal mengalami kecelakaan setelah mencoba melintasi Selat Hormuz melalui rute yang disebut Iran tidak sah. (Foto Arsip: Cuplikan video, via media sosial)

DUBAI (Arrahmah.id) - Dua kapal tanker dilaporkan terkena proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz pada Selasa (29/9/2026). Laporan tersebut disampaikan Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada Rabu (30/9).

UKMTO mengeluarkan peringatan terpisah setelah menerima laporan tertunda mengenai sebuah tanker minyak mentah dan sebuah tanker gas alam cair (LNG) yang terkena proyektil.

Dalam peringatan pertama, UKMTO menyebut sebuah tanker minyak mentah terkena proyektil tak dikenal di sisi kiri kapal. Dalam laporan terpisah, badan tersebut menyatakan sebuah tanker LNG juga terkena proyektil tak dikenal dan mengklasifikasikan insiden itu sebagai serangan.

UKMTO tidak mengungkap nama kedua kapal, pemilik, bendera, tujuan, maupun asal proyektil. Tidak ada informasi mengenai korban jiwa atau tingkat kerusakan. Otoritas terkait masih menyelidiki insiden tersebut dan UKMTO meminta kapal yang melintas di kawasan itu meningkatkan kewaspadaan serta melaporkan aktivitas mencurigakan.

Insiden tersebut terjadi di tengah perselisihan Iran dan Amerika Serikat mengenai pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi global.

Sebelumnya, militer Iran mengatakan telah mencegat 19 kapal dalam kurun dua hari karena kapal-kapal tersebut melintasi selat di luar rute yang ditetapkan Teheran.

Perselisihan mengenai jalur pelayaran menjadi salah satu persoalan dalam pembicaraan Iran-AS. Kedua negara sebelumnya menyepakati nota kesepahaman pada Juni mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz, tetapi implementasinya kemudian tersendat akibat perbedaan mengenai pengaturan keamanan di jalur tersebut.

Pada Rabu (30/9), laporan UKMTO kembali menyoroti risiko yang dihadapi kapal-kapal komersial yang melintasi kawasan tersebut. Laporan lain yang dirilis kemudian menyebut tiga kapal terkena proyektil tak dikenal pada 29 September. (zarahamala/arrahmah.id)