Memuat...

Kapal Pakistan Tabrak Kapal Perang India di Laut Arab

Hanoum
Kamis, 17 September 2026 / 6 Rabiulakhir 1448 08:13
Kapal Pakistan Tabrak Kapal Perang India di Laut Arab
India mengatakan kapal perangnya bertabrakan dengan kapal angkatan laut Pakistan [Foto : ilustrasi]

Selat Hormuz (Arrahmah.id) -- Kapal Angkatan Laut Pakistan bertabrakan dengan kapal perang Angkatan Laut India di Laut Arab bagian utara pada Selasa malam, 15 September 2026. Insiden yang terjadi di perairan internasional sekitar 120 mil laut dari Teluk Oman itu memicu saling protes diplomatik antara kedua negara, yang hingga kini masih memiliki hubungan tegang. India menyebut manuver kapal Pakistan tidak aman dan tidak profesional, sementara Pakistan memberikan versi berbeda mengenai penyebab insiden tersebut.

Dilansir Al Jazeera (16/9/26), kapal Pakistan yang disebut sebagai PNS Hunain mendekati kapal perang India yang sedang menjalankan misi pengawasan rutin dengan kecepatan tinggi. India menyatakan kapal tersebut bermanuver secara tidak aman sehingga akhirnya terjadi tabrakan. Kapal perang India dilaporkan tidak mengalami kerusakan besar dan tetap melanjutkan tugasnya, sedangkan PNS Hunain mengalami kerusakan dan kemudian bergerak menuju pelabuhan Pakistan.

Kementerian Luar Negeri India pada Rabu, 16 September, memanggil kuasa usaha ad interim Pakistan di New Delhi dan menyampaikan protes keras. New Delhi menyebut tindakan kapal Pakistan sebagai “tidak dapat diterima dan tidak profesional” serta mengatakan insiden tersebut bertentangan dengan ketentuan dalam perjanjian bilateral India-Pakistan mengenai pemberitahuan kegiatan dan manuver militer yang ditandatangani pada 1991. India juga meminta Pakistan memastikan unit militernya mematuhi kesepakatan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.

Pakistan kemudian menyampaikan versi berbeda. Pemerintah Pakistan mengatakan kapal perang India melakukan manuver yang disebut “provokatif” di zona ekonomi eksklusif (EEZ) Pakistan ketika Angkatan Laut Pakistan sedang menjalankan latihan Sea Spark 26. Islamabad menilai tindakan kapal India melanggar ketentuan internasional dan kesepakatan bilateral 1991. Pakistan juga memanggil kuasa usaha India di Islamabad untuk menyampaikan protes resmi.

Perbedaan keterangan tersebut membuat penyebab dan posisi persis kedua kapal saat terjadi kontak masih menjadi pokok perselisihan antara New Delhi dan Islamabad. India menyatakan tabrakan berlangsung di perairan internasional, sedangkan Pakistan menyebut insiden terjadi dalam EEZ-nya ketika latihan angkatan laut berlangsung. Hingga laporan terbaru, belum ada indikasi bahwa tabrakan tersebut menimbulkan korban jiwa atau kerusakan besar pada kapal India.

Insiden itu juga menarik perhatian karena terjadi ketika hubungan India dan Pakistan masih sensitif setelah kedua negara mengalami konflik militer langsung pada 2025. Al Jazeera melaporkan bahwa tabrakan ini menjadi salah satu bentuk ketegangan militer langsung terbaru antara dua negara yang sama-sama memiliki senjata nuklir. Kedua negara sebelumnya telah beberapa kali mengalami ketegangan militer, terutama terkait sengketa Kashmir.

Menurut laporan The Economic Times, kapal India yang terlibat sedang menjalankan patroli dan misi pengawasan di Laut Arab. Sementara itu, laporan media India menyebut PNS Hunain merupakan kapal patroli lepas pantai kelas Yarmook yang mulai memperkuat armada Pakistan dalam beberapa tahun terakhir. Identitas pasti kapal perang India tidak secara resmi diumumkan pemerintah India dalam keterangan awal mengenai insiden tersebut.

Tabrakan tersebut mengingatkan pada insiden serupa pada 2011, ketika kapal perang Pakistan PNS Babur bersentuhan dengan kapal perang India INS Godavari saat beroperasi di kawasan Teluk Aden. Namun, insiden terbaru terjadi dalam kondisi hubungan kedua negara yang lebih sensitif sehingga kedua pemerintah memilih segera menggunakan jalur diplomatik untuk menyampaikan keberatan masing-masing.

Untuk sementara, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. India telah meminta kedua negara mematuhi aturan dan kesepakatan yang berlaku guna mencegah kejadian serupa, sementara Pakistan mempertahankan keberatannya terhadap keberadaan dan manuver kapal India di wilayah yang diklaimnya sebagai EEZ Pakistan. (hanoum/arrahmah.id)