Memuat...

Financial Times: Hubungan Houtsi-Asy-Syabaab Ancam Pelayaran di Laut Merah

Zarah Amala
Rabu, 30 September 2026 / 19 Rabiulakhir 1448 12:27
Financial Times: Hubungan Houtsi-Asy-Syabaab Ancam Pelayaran di Laut Merah
Asy-Syabaab menguasai sekitar 40% wilayah Somalia (Associated Press)

LONDON (Arrahmah.id) - Hubungan yang semakin erat antara kelompok Houtsi di Yaman dan kelompok Asy-Syabaab di Somalia dinilai menimbulkan ancaman terhadap stabilitas kawasan serta jalur pelayaran di Laut Merah dan Teluk Aden.

Financial Times, mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat, melaporkan bahwa Houtsi telah menjual senjata kepada Asy-Syabaab, melatih ratusan anggotanya menggunakan drone dan bahan peledak, serta meningkatkan kontak dengan kelompok tersebut di wilayah selatan Somalia.

Seorang juru bicara Komando AS untuk Afrika (AFRICOM) menyebut perkembangan hubungan kedua kelompok sebagai “ancaman yang sangat mengkhawatirkan dan eskalatif” terhadap stabilitas regional.

Menurutnya, keterhubungan kemampuan operasional kedua kelompok berpotensi memperluas pengaruh Asy-Syabaab di Tanduk Afrika. Pada saat yang sama, hubungan tersebut dapat memberi Houtsi akses lebih besar ke wilayah di sisi Afrika Teluk Aden dan meningkatkan kemampuan mereka mengganggu jalur pelayaran penting di Laut Merah dan Samudra Hindia bagian barat.

Kekhawatiran Somalia dan AS

Para pejabat keamanan Somalia disebut khawatir kerja sama tersebut dapat semakin memperumit situasi keamanan di negara itu. Financial Times melaporkan Asy-Syabaab menguasai sekitar 40 persen wilayah Somalia, sebagian besar berupa daerah pedesaan.

Mantan utusan khusus AS untuk Yaman, Tim Lenderking, mengatakan kerja sama tersebut sejalan dengan kepentingan Houtsi untuk memperluas pengaruh di sekitar jalur pelayaran, termasuk dengan memberikan tekanan terhadap kedua sisi Selat Bab al-Mandab.

Menurut Lenderking, kekhawatiran AS terhadap hubungan kedua kelompok mulai muncul sejak 2024, ketika keduanya disebut mulai melakukan latihan bersama, transfer senjata, serta menjajaki cara memperluas kerja sama dan meningkatkan tekanan di sekitar Bab al-Mandab.

Matt Bryden, pakar Somalia yang pernah memimpin tim ahli PBB mengenai Somalia, memperkirakan hingga 1.500 pejuang Somalia telah mengikuti pelatihan bersama Houtsi di Yaman. Mereka disebut mencakup anggota Asy-Syabaab dan kelompok bersenjata Somalia lainnya.

Hubungan tersebut juga telah menjadi perhatian PBB. Laporan panel ahli PBB pada 2025 menyebut hubungan Houtsi dan Asy-Syabaab berkembang secara transaksional, termasuk melalui transfer senjata, bahan peledak, dan keahlian teknis dari Yaman ke wilayah yang dikuasai Asy-Syabaab.

Ancaman terhadap Pelayaran

Menurut Financial Times, hubungan kedua kelompok awalnya berkembang terutama atas kepentingan perdagangan senjata. Namun, kerja sama tersebut kini dinilai berpotensi memiliki implikasi yang lebih luas terhadap keamanan maritim.

PBB memperkirakan Asy-Syabaab memperoleh sekitar 120 juta dolar AS per tahun dari pajak, pungutan di pelabuhan dan bandara, perdagangan emas, serta pemerasan. Sementara itu, Houtsi memiliki akses terhadap senjata dan teknologi Iran serta memproduksi sendiri sejumlah rudal dan drone.

Pakar keamanan Somalia, Guled Ahmed, mengatakan jika Asy-Syabaab memperoleh kemampuan mengoperasikan rudal jarak menengah dan kapal yang dilengkapi drone dari Houtsi, jaringan tersebut berpotensi memperluas ancaman hingga Samudra Hindia bagian barat.

Peter Salisbury, peneliti di Columbia University, menilai Houtsi juga berkepentingan menjalin hubungan dengan kelompok bersenjata lain yang memusuhi Israel. Ia mengatakan Houtsi ingin memperoleh ruang untuk merekrut di Somalia sekaligus menggunakan wilayah tersebut untuk memantau Teluk Aden dan melancarkan serangan.

Perkembangan ini berlangsung ketika Houtsi memperkuat posisinya di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman. Reuters sebelumnya melaporkan kelompok tersebut merebut kota pelabuhan Mocha dan bergerak menuju sejumlah wilayah strategis di sekitar Bab al-Mandab.

Bab al-Mandab merupakan jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Karena itu, meningkatnya aktivitas Houtsi di sisi Yaman dan hubungan mereka dengan Asy-Syabaab di sisi Somalia menjadi perhatian bagi keamanan pelayaran regional dan perdagangan internasional. (zarahamala/arrahmah.id)