Memuat...

Al Azhar Kecam Serangan Houtsi ke Fasilitas Listrik Madinah

Hanoum
Senin, 5 Oktober 2026 / 24 Rabiulakhir 1448 03:56
Al Azhar Kecam Serangan Houtsi ke Fasilitas Listrik Madinah
Imam Besar Al-Azhar Mesir, Syeikh Ahmad Al-Tayeb pada 4 Februari 2019. [Foto: VINCENZO PINTO/AFP/Getty Images]

KAIRO (Arrahmah.id) -- Al-Azhar Al-Sharif di Mesir mengecam keras serangan drone yang dilaporkan menyasar stasiun distribusi listrik di Madinah, Arab Saudi, pada Selasa (29/9/2026). Lembaga keagamaan Islam tersebut menilai serangan itu mengancam keamanan kota suci dan keselamatan warga serta pengunjung Masjid Nabawi.

Kecaman itu disampaikan pada Jumat (2/10), setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menuduh kelompok Houthi di Yaman sebagai pelaku serangan.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir SANA (2/10/2026), Al-Azhar menegaskan pada Jumat (2/10) pasca koalisi pimpinan Arab Saudi menuduh Houtsi di Yaman sebagai pelaku serangan, bahwa ancaman terhadap Madinah bertentangan dengan kehormatan tempat-tempat suci dalam Islam.

Lembaga yang berbasis di Kairo itu menyebut serangan terhadap kota tempat Masjid Nabawi berada sebagai tindakan yang melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Al-Azhar juga menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi dan menolak segala tindakan yang mengancam keamanan serta integritas wilayah kerajaan tersebut.

Sebelumnya, juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan stasiun distribusi listrik Taibah di Madinah diserang drone sekitar pukul 05.11 waktu setempat pada Selasa.

Menurut koalisi, fasilitas tersebut memasok listrik untuk Masjid Nabawi. Serangan itu dilaporkan menyebabkan satu transformator tidak dapat beroperasi, tetapi tidak mengganggu jaringan listrik secara keseluruhan. Koalisi menyatakan kesimpulan tersebut didasarkan pada pemeriksaan operasional dan puing-puing drone yang ditemukan di lokasi.

Meski demikian, tuduhan terhadap Houtsi dibantah oleh kelompok tersebut. Menurut laporan Reuters yang dimuat sejumlah media internasional, sumber militer Houtsi menyebut tuduhan itu sebagai kebohongan dan menuding Riyadh berusaha mengalihkan perhatian dari tuduhan sebelumnya mengenai upaya menyerang Makkah.

Kecaman Al-Azhar juga sejalan dengan respons sejumlah organisasi dan pemerintah di kawasan. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyatakan serangan terhadap fasilitas vital di Madinah merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran terhadap kehormatan tempat suci.

Bagi Al-Azhar, perlindungan Madinah bukan hanya persoalan keamanan Arab Saudi, melainkan juga menyangkut penghormatan terhadap tempat yang memiliki kedudukan penting bagi umat Islam. Lembaga tersebut menyerukan agar keamanan kota, penduduk, dan para pengunjung Masjid Nabawi dijaga. (hanoum/arrahmah.id)