Memuat...

Iran Menetapkan 5 Syarat untuk Melanjutkan Pembicaraan dengan AS

Hanin Mazaya
Rabu, 13 Mei 2026 / 26 Zulkaidah 1447 19:02
Iran Menetapkan 5 Syarat untuk Melanjutkan Pembicaraan dengan AS
(Foto: EPA)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Iran telah menetapkan lima syarat untuk membangun kepercayaan bagi Amerika Serikat agar dapat memasuki putaran kedua negosiasi untuk mengakhiri perang, demikian dilaporkan Kantor Berita Fars pada Selasa (12/5/2026), mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut.

Sumber mengatakan Teheran menganggap syarat-syarat tersebut sebagai "jaminan minimum" yang diperlukan untuk memulai negosiasi baru dengan Washington.

Menurut laporan tersebut, syarat-syarat Iran termasuk "mengakhiri perang di semua front, terutama Lebanon", mencabut sanksi, melepaskan aset Iran yang dibekukan, memberikan kompensasi atas kerusakan perang, dan mengakui hak kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.

Iran juga memberi tahu mediator Pakistan bahwa kelanjutan blokade angkatan laut AS di Laut Arab dan Teluk Oman setelah gencatan senjata semakin memperkuat ketidakpercayaan Teheran terhadap negosiasi dengan Amerika Serikat, kata sumber tersebut.

Laporan tersebut menambahkan bahwa syarat-syarat tersebut ditetapkan semata-mata dalam kerangka menciptakan kepercayaan minimum untuk kembali ke perundingan dan bahwa Teheran percaya negosiasi baru tidak dapat dimulai tanpa implementasi praktisnya.

Menurut Fars, Iran mengajukan lima syarat tersebut sebagai tanggapan atas apa yang digambarkan sebagai proposal AS yang terdiri dari 14 poin.

Laporan mengklaim bahwa proposal AS "sepenuhnya sepihak" dan bertujuan untuk mengamankan -melalui negosiasi- tujuan yang gagal dicapai Washington selama perang.

AS dan "Israel" melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan dari Teheran terhadap "Israel" serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.

Pada Ahad, Iran mengirimkan tanggapannya kepada Pakistan atas proposal AS untuk mengakhiri perang, tetapi Trump menolaknya sebagai "sama sekali tidak dapat diterima." (haninmazaya/arrahmah.id)