WASHINGTON (Arrahmah.id) – Senat Amerika Serikat menyetujui pengangkatan Todd Blanche sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat pada Sabtu (8/8/2026) dini hari waktu setempat. Keputusan ini semakin memperkuat kendali Presiden Donald Trump atas Departemen Kehakiman, setelah mantan pengacara pribadinya itu sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas.
Blanche disahkan melalui pemungutan suara yang berlangsung ketat dengan hasil 50 suara berbanding 49. Ia menjadi Jaksa Agung kedua yang dikonfirmasi Senat sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada tahun lalu.
Pelantikan Blanche dipandang sebagai langkah penting bagi pemerintahan Trump untuk melanjutkan agenda hukumnya. Sejak menjabat sementara, Blanche telah memimpin berbagai kebijakan Departemen Kehakiman yang sejalan dengan prioritas pemerintahan Trump.
Proses konfirmasi Blanche berlangsung alot dan memicu perdebatan di Kongres. Sejumlah senator dari Partai Republik maupun Demokrat menyuarakan kekhawatiran bahwa kedekatan Blanche dengan Trump dapat mengancam independensi Departemen Kehakiman, yang selama ini dikenal terpisah dari pengaruh Gedung Putih.
Dua senator Republik, Susan Collins dari Maine dan Lisa Murkowski dari Alaska, memilih menolak pencalonannya. Namun, dukungan senator Bill Cassidy menjadi suara penentu yang memastikan Blanche memperoleh mayoritas.
Kontroversi terbesar dalam proses konfirmasi muncul terkait usulan penyelesaian sengketa hukum yang mencakup pembentukan dana kompensasi senilai 1,8 miliar dolar AS bagi para pendukung Trump yang mengaku menjadi korban penyalahgunaan sistem peradilan pidana.
Di bawah tekanan anggota Senat, Blanche akhirnya berjanji secara tertulis untuk membatalkan pembentukan dana tersebut serta menghapus ketentuan yang dinilai memberikan perlindungan terhadap Trump dan keluarganya dari pemeriksaan pajak Internal Revenue Service (IRS).
Cassidy mengatakan tidak ada kandidat lain yang dinilai lebih mampu memimpin Departemen Kehakiman di bawah pemerintahan Trump. Menurutnya, pengalaman Blanche sebagai pengacara pembela Trump justru membuatnya lebih memahami batas-batas hukum dalam menjalankan kebijakan pemerintah.
Sebaliknya, Senator Dick Durbin dari Partai Demokrat mengecam pengangkatan tersebut. Ia menyebut persetujuan Senat sebagai "kesalahan besar" dan mengingatkan bahwa Amerika Serikat membutuhkan Jaksa Agung yang independen dan berkomitmen memberantas korupsi tanpa memandang jabatan.
Blanche sebelumnya merupakan jaksa federal di New York sebelum bergabung dalam tim hukum Trump. Ia menjadi salah satu pengacara utama yang membela Trump dalam berbagai perkara pidana, termasuk kasus pembayaran uang tutup mulut di New York dan dua perkara federal pada masa pemerintahan Joe Biden.
Setelah bergabung dengan Departemen Kehakiman sebagai Wakil Jaksa Agung pada tahun lalu, Blanche memimpin operasional harian lembaga tersebut dan menangani sejumlah kasus besar, termasuk pembukaan jutaan dokumen investigasi terkait terpidana Jeffrey Epstein.
Di bawah kepemimpinan Blanche dan pendahulunya, Pam Bondi, Departemen Kehakiman juga mengalami restrukturisasi besar-besaran yang menyebabkan ribuan pegawai keluar melalui pemecatan, pengunduran diri, maupun program pengurangan pegawai sukarela.
Pendukung Blanche menilai rekam jejaknya sebagai jaksa federal serta kedekatannya dengan Trump membuatnya mampu menjalankan kebijakan pemerintahan secara efektif. Namun para pengkritik khawatir Departemen Kehakiman akan semakin dijadikan alat politik untuk mengejar lawan-lawan Presiden Trump.
Tak lama setelah menjadi pelaksana tugas Jaksa Agung, Blanche juga mengawasi langkah Departemen Kehakiman mengajukan dakwaan terhadap mantan Direktur FBI James Comey atas dugaan ancaman terhadap Presiden Trump melalui unggahan gambar di media sosial. Selain itu, ia menunjuk mantan jaksa Joseph diGenova untuk memimpin penyelidikan terhadap dugaan konspirasi aparat penegak hukum dan intelijen yang dituduh berupaya melemahkan Trump selama satu dekade terakhir.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah penyelidikan tersebut akan berujung pada dakwaan pidana.
(Samirmusa/arrahmah.id)
