TEHERAN (Arrahmah.id) - Seorang pejabat tinggi di Iran menegaskan bahwa narasi tentang perpecahan internal yang dihembuskan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump hanyalah upaya untuk menutupi serangkaian kegagalannya.
Ketua Dewan Penentu Kebijakan Tertinggi Iran, Sadeq Amoli Larijani, menyatakan bahwa seluruh pejabat Iran berdiri satu barisan bersama rakyat dalam memperjuangkan hak-hak mereka yang sah hingga titik terakhir.
Dalam pernyataannya pada Jumat, Larijani menegaskan bahwa Trump berusaha menciptakan kesan adanya konflik internal di tubuh pemerintahan Iran sebagai strategi propaganda.
“Trump harus memahami bahwa tidak ada perpecahan di antara para pejabat Iran dalam menghadapi Amerika dan entitas Zionis,” tegasnya, lansir Al Jazeera.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas unggahan Trump di platform media sosialnya, Truth Social, yang menyebut bahwa Iran mengalami kebingungan kepemimpinan dan dilanda konflik antara kelompok “garis keras” dan “moderat”.
Namun demikian, laporan dari media Amerika, Axios, mengutip sejumlah pejabat AS yang mengklaim adanya ketegangan serius di dalam struktur kekuasaan Iran, khususnya antara tim perunding dan pihak militer. Ketegangan ini disebut-sebut menjadi penghambat utama tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Di sisi lain, Iran menolak tudingan tersebut dan justru menilai bahwa kebuntuan diplomasi terjadi akibat tekanan, sanksi, serta ancaman yang terus dilancarkan Washington.
Sebelumnya, perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad dilaporkan gagal setelah Iran memutuskan untuk tidak hadir. Teheran menilai bahwa tidak ada ruang untuk dialog yang serius selama kebijakan tekanan masih diberlakukan.
Situasi ini semakin mempertegas ketegangan antara kedua negara, di tengah dinamika geopolitik kawasan yang terus memanas.
(Samirmusa/arrahmah.id)
