Memuat...

Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas Disiapkan di Bandara Madinah, MUI: Gratis dan Siap Dampingi Jamaah

Ameera
Jumat, 24 April 2026 / 7 Zulkaidah 1447 20:29
Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas Disiapkan di Bandara Madinah, MUI: Gratis dan Siap Dampingi Jamaah
Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas Disiapkan di Bandara Madinah, MUI: Gratis dan Siap Dampingi Jamaah

MADINAH (Arrahmah.id) — Beragam layanan dan fasilitas telah disiapkan untuk menyambut jamaah haji lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas dari seluruh dunia di Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiagakan sejumlah fasilitas pendukung guna memastikan kenyamanan jamaah sejak tiba di Tanah Suci.

Di antaranya adalah kursi roda dan mobil golf (golf car) yang tersedia di Terminal Haji.

Mobil golf tersebut digunakan untuk mengantar jamaah dari terminal kedatangan menuju ruang tunggu jamaah atau Hajj Pavilion.

Sementara itu, jamaah lansia yang mengalami kesulitan berjalan dapat memanfaatkan kursi roda yang disediakan di bandara.

“Operasional kursi roda akan dibantu oleh petugas haji Daker Bandara yang bersiaga di lokasi kedatangan jamaah,” jelas Abdul Basir, Kamis (23/4/2026).

Ia menegaskan, seluruh fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis tanpa biaya tambahan bagi jamaah.

“Bagi jamaah yang memanfaatkan jasa dorong kursi roda dan golf car tidak ada biaya yang dibebankan kepada jamaah atau gratis,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada lansia dan disabilitas, layanan khusus juga diberikan kepada jamaah perempuan.

Petugas haji Indonesia di Daker Bandara menyediakan akses konsultasi bimbingan ibadah, khususnya terkait fiqih perempuan.

“Untuk layanan ramah perempuan, cenderung pada program bimbingan ibadah terkait fiqih perempuan. Jamaah haji kita banyak perempuan, sehingga mereka perlu berkonsultasi dengan petugas pembimbing ibadah perempuan,” tambahnya.

Layanan serupa tidak hanya tersedia di Bandara Madinah, tetapi juga di Bandara Jeddah serta di sejumlah daerah kerja lainnya seperti Madinah dan Makkah.

Berdasarkan data, dari total 203.320 jamaah haji reguler Indonesia, sekitar 80 persen masuk dalam kategori risiko tinggi. Dari jumlah tersebut, sekitar 33 ribu orang merupakan jamaah lansia berusia di atas 65 tahun.

Sementara itu, jamaah perempuan mendominasi dengan jumlah mencapai 56 persen dari total sekitar 221 ribu jamaah Indonesia yang diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini.

Dengan berbagai fasilitas dan layanan tersebut, diharapkan seluruh jamaah, khususnya lansia, disabilitas, dan perempuan, dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk.

(ameera/arrahmah.id)