Memuat...

Lagu Vulgar 'Work It' Milik Missy Elliot Picu Protes di Damaskus, Muhaysini Kritik Acara yang Dihadiri Asy Syaraa

Hanoum
Rabu, 22 April 2026 / 5 Zulkaidah 1447 05:29
Lagu Vulgar 'Work It' Milik Missy Elliot Picu Protes di Damaskus, Muhaysini Kritik Acara yang Dihadiri Asy Syaraa
Pembukaan acara basket mengundang kontroversi di suriah. [Foto: Youtube]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Gelombang kritik muncul di Suriah setelah lagu “Work It” milik penyanyi Amerika Missy Elliott diputar dalam acara pembukaan arena basket Al-Faihaa Hall berstandar internasional di Damaskus. Acara tersebut turut dihadiri Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa dan sejumlah pejabat negara.

DilansirAmnay Mag (21/4/2026), kontroversi bermula ketika lagu rap asal Amerika Serikat itu diputar sebagai bagian dari hiburan pembukaan pertandingan persahabatan basket Suriah-Lebanon. Sejumlah pihak menilai lirik lagu tersebut mengandung unsur vulgar dan tidak sesuai dengan norma sosial serta nilai keagamaan masyarakat setempat.

Lirik lagu yang dimasalahkan adalah pada bait ini:
I'd like to get to know ya, so I could show yaouPut the pussy on ya, like I told yaGimme all your numbers so I can phone yaYour girl acting stank then call me overNot on the bed, lay me on your sofaCall before you come, I need to shave my chochaYou do or you don't or you will or you won't yaGo downtown and eat it like a vulture

Reaksi keras datang dari ulama Suriah Abdullah al-Muhaysini yang secara terbuka menyampaikan penyesalannya melalui media sosial. Dalam unggahannya, ia menyoroti pemutaran lagu tersebut yang dinilai tidak pantas, terlebih dalam acara resmi yang dihadiri kepala negara.

“Semoga Tuhan mengampuni penyelenggara acara!.” tulis Abdullah al-Muhaysini dalam akun resmi X-nya (21/4).

Menurut laporan media regional seperti Rai Al Youm, kritik tidak hanya datang dari tokoh agama, tetapi juga dari masyarakat yang menilai acara tersebut mencerminkan kurangnya sensitivitas terhadap nilai budaya lokal.

Sementara itu, Emirates News Agency melaporkan bahwa video momen pemutaran lagu tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu perdebatan publik mengenai batasan hiburan dalam acara resmi negara.

Pemerintah Suriah sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi ini. Namun, acara tersebut sebelumnya dimaksudkan sebagai simbol normalisasi kehidupan publik serta promosi olahraga di tengah pemulihan pascakonflik.

Insiden ini terjadi pada 20 April 2026 di Damaskus, dalam momentum peresmian fasilitas olahraga internasional yang diharapkan menjadi simbol kebangkitan sektor publik Suriah. Namun, kontroversi yang muncul justru menyoroti tantangan dalam menyeimbangkan aspek budaya, agama, dan modernitas di ruang publik.

Hingga kini, perdebatan terkait kejadian tersebut masih berlangsung di kalangan masyarakat Suriah, mencerminkan sensitivitas tinggi terhadap isu moral dan budaya dalam konteks nasional. (hanoum/arrahmah.id)