RAMALLAH (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan 'Israel' menangkap seorang dokter terkemuka, Dr. Mazen Al-Rantisi, dalam penggerebekan fajar di kediamannya di lingkungan Al-Tira, Ramallah, pada Ahad (21/6/2026). Penangkapan tokoh medis yang sangat dihormati ini memicu kecaman luas serta kampanye solidaritas masif dari berbagai elemen masyarakat di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Hingga laporan ini diturunkan, otoritas 'Israel' belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan penangkapan maupun informasi terkait lokasi penahanan Dr. Al-Rantisi. Ketidakjelasan nasib sang dokter memicu desakan dari pihak keluarga, rekan sejawat, dan pasien agar segera ada transparansi mengenai kondisi dan status hukumnya.
Dr. Mazen Al-Rantisi dikenal luas sebagai "Dokter bagi Kaum Miskin" dan "Dokter bagi Mereka yang Membutuhkan" berkat dedikasi kemanusiaannya selama puluhan tahun. Praktik medisnya menjadi rujukan bagi warga berpenghasilan rendah di seluruh Tepi Barat karena prinsip kemanusiaan yang ia pegang teguh di atas keuntungan finansial.
Dr. Al-Rantisi dikenal konsisten memberikan biaya konsultasi yang sangat murah, bahkan sering kali menggratiskan layanan medis bagi mereka yang tidak mampu. Kliniknya bukan sekadar tempat berobat, tetapi menjadi pusat dukungan emosional dan medis bagi warga biasa. Banyak pasien menuturkan bahwa Dr. Al-Rantisi tidak ragu memberikan konsultasi melalui telepon atau aplikasi pesan di luar jam praktik tanpa memungut biaya sepeser pun.
Kabar penangkapan tersebut menyebar dengan cepat di media sosial, memicu curahan cerita dari mantan pasien dan aktivis komunitas. Banyak warga Palestina yang mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan medis yang pernah mereka terima, bahkan menyebut sang dokter sebagai institusi medis berjalan karena kepakaran diagnostiknya yang sangat diakui.
Salah seorang mantan pasien, Basma Battat, mengenang kliniknya sebagai tempat perlindungan bagi rakyat kecil, sementara Yazid Salameh, warga setempat, mencatat bahwa Dr. Al-Rantisi sering kali mendistribusikan obat-obatan sumbangan secara gratis kepada keluarga yang membutuhkan.
Penangkapan Dr. Al-Rantisi merupakan bagian dari serangkaian kampanye penahanan 'Israel' yang menargetkan akademisi, tenaga medis, aktivis, dan tokoh masyarakat di Tepi Barat. Berdasarkan data dari sumber hak asasi manusia Palestina, 'Israel' telah menangkap sekitar 360 dokter dan tenaga kesehatan sejak 2023, dengan mayoritas penangkapan terjadi di Gaza. Saat ini, setidaknya 82 tenaga medis masih mendekam di penjara-penjara 'Israel'.
Para aktivis kini telah meluncurkan kampanye solidaritas daring dengan hashtag Freedom for Dr. Mazen Al-Rantisi. Keluarga dan rekan sejawat juga mendesak organisasi hak asasi manusia internasional serta asosiasi medis dunia untuk melakukan intervensi guna menjamin keselamatan sang dokter dan mendesak pembebasannya segera. (zarahamala/arrahmah.id)
