KOLKATA (Arrahmah.id) -- Seorang wanita berusia 30 tahun di Kolkata, India, meninggal dunia setelah dibakar hidup-hidup oleh seorang pria yang diduga marah karena lamarannya ditolak, memicu keprihatinan luas atas kekerasan terhadap perempuan.
Dolansir The Siasat Daily (6/4/2026), korban mengalami luka bakar hingga sekitar 90 persen setelah disiram bahan bakar dan dibakar di kawasan Maidan, Kolkata. Ia sempat dirawat dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dua hari kemudian di rumah sakit.
Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai Siddhartha Chariwal, yang langsung ditangkap setelah korban sempat memberikan pernyataan sebelum meninggal (dying declaration) yang menyebutkan identitas penyerangnya.
Keterangan keluarga menyebutkan bahwa pelaku sebelumnya telah menekan korban untuk menikah serta menawarkan pekerjaan, namun korban menolak karena alasan pribadi termasuk perbedaan keyakinan. Penolakan tersebut diduga menjadi pemicu utama serangan brutal tersebut.
India Today juga melaporkan bahwa kasus ini berkaitan dengan penolakan lamaran, yang berujung pada tindakan kekerasan fatal terhadap korban.
Pihak kepolisian menyatakan kasus yang semula didaftarkan sebagai percobaan pembunuhan kini telah ditingkatkan menjadi pembunuhan setelah korban meninggal dunia. Proses hukum terhadap tersangka tengah berjalan, sementara penyidik terus mendalami motif pasti di balik kejadian tersebut.
Kasus ini kembali menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di India, khususnya yang berkaitan dengan penolakan hubungan atau pernikahan, yang dalam sejumlah kasus berujung pada serangan ekstrem seperti pembakaran atau serangan asam. (hanoum/arrahmah.id)
