MAKHACHKALA (Arrahmah.id) -- Banjir bandang akibat hujan deras melanda wilayah Dagestan, Rusia, menewaskan sedikitnya beberapa orang dan memaksa ribuan warga mengungsi setelah ratusan rumah terendam dan infrastruktur rusak parah.
Otoritas setempat melaporkan, seperti dilansir Moscow times (6/4/2026), bahwa banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan sedikitnya lima orang, menjadikannya salah satu bencana terburuk di kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap dan bahkan memicu jebolnya bendungan di beberapa wilayah, termasuk di distrik Derbent. Akibatnya, sekitar 2.000 rumah terdampak dan ribuan warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga dilaporkan cukup parah. Sebuah bangunan apartemen di ibu kota regional, Makhachkala, dilaporkan ambruk akibat tekanan air banjir, meskipun warga telah lebih dulu dievakuasi sebelum kejadian.
Anadolu agency menyebut jumlah pengungsi mencapai lebih dari 4.000 orang, sementara beberapa korban masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian oleh tim penyelamat.
Badan darurat Rusia menyatakan banjir kali ini merupakan gelombang kedua setelah hujan ekstrem yang sebelumnya juga melanda wilayah Kaukasus Utara pada akhir Maret 2026. Kondisi ini memperparah situasi karena tanah yang sudah jenuh air mempercepat meluasnya genangan. (hanoum/arrahmah.id)
