TEHERAN (Arrahmah.id) - Kepala organisasi intelijen dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) tewas pada Senin (6/4/2026) dalam "serangan teroris oleh musuh Amerika-Zionis," kata media Iran, mengutip pernyataan dari Garda Revolusi.
Majid Khademi, yang menjadi tokoh kunci terbaru yang tewas dalam serangan udara AS-"Israel", mengambil alih jabatan pada 2025 setelah serangan udara "Israel" menewaskan pendahulunya.
Ia menghabiskan puluhan tahun dalam peran intelijen dan kontra-spionase sambil meniti karier di aparat keamanan Iran, lansir Al Arabiya.
Sebelum pengangkatannya, Khademi memimpin Organisasi Perlindungan Intelijen Garda Revolusi, yang bertugas melakukan pengawasan internal dan kontra-intelijen, dan memegang peran senior di kementerian pertahanan Iran.
Sayap intelijen IRGC adalah salah satu badan keamanan Iran yang paling kuat, dengan peran sentral dalam pengawasan domestik untuk melawan pengaruh asing, dan sering beroperasi paralel dengan kementerian intelijen sipil.
Menteri Pertahanan "Israel", Israel Katz, mengatakan bahwa militer negaranya berada di balik serangan tersebut, dan menyatakan bahwa itu adalah tanggapan terhadap serangan Iran terhadap wilayah sipil di "Israel".
Katz menyebut Khademi sebagai "salah satu pelaku langsung kejahatan perang ini dan salah satu dari tiga pejabat tertinggi dalam organisasi tersebut," dan mengatakan tentang para pemimpin Iran: "Kami akan terus memburu mereka satu per satu."
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan "Israel" memulai operasi militer skala besar terhadap Iran. Serangan AS-"Israel" menewaskan sejumlah pemimpin garis depan Iran, terutama Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. (haninmazaya/arrahmah.id)
