Memuat...

Lebih dari 11.000 Pemukim 'Israel' Serbu Al-Aqsha Selama Hari Raya Yahudi

Zarah Amala
Jumat, 2 Oktober 2026 / 21 Rabiulakhir 1448 11:02
Lebih dari 11.000 Pemukim 'Israel' Serbu Al-Aqsha Selama Hari Raya Yahudi
Sebanyak 1.895 pemukim 'Israel' memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha pada Kamis, 1 Oktober, bertepatan dengan hari keenam perayaan Sukkot. (WAFA)

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Lebih dari 11.300 pemukim 'Israel' memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha selama rangkaian hari raya Yahudi yang berlangsung sepanjang September hingga awal Oktober 2026. Aksi tersebut disertai pelaksanaan ritual keagamaan Yahudi di sejumlah bagian kompleks, sementara akses warga Palestina ke masjid diperketat oleh otoritas 'Israel'.

Menurut data Pemerintah Provinsi Yerusalem yang dikutip Al Jazeera, sebanyak 593 pemukim memasuki Al-Aqsha selama Rosh Hashanah pada 12–13 September. Pada Yom Kippur, 21–22 September, jumlahnya mencapai 1.678 orang.

Sementara pada perayaan Sukkot yang dimulai 26 September, jumlah pemukim yang memasuki Al-Aqsha mencapai 9.123 orang hingga Kamis (1/10/2026). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 7.119 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Kamis, 1 Oktober, sebanyak 1.195 pemukim kembali memasuki kompleks Al-Aqsha pada pagi hari dengan pengawalan ketat polisi 'Israel'. Mereka dilaporkan melakukan ritual Talmud di halaman masjid dan di sekitar Bab al-Qattanin. Kehadiran polisi juga disebut menghambat akses jamaah Palestina ke masjid.

Menurut pemantauan Pusat Informasi Wadi Hilweh, aksi masuk dilakukan dalam kelompok-kelompok beranggotakan sekitar 70–120 orang. Sebagian besar menempuh rute dari Bab al-Magharibah di sisi selatan kompleks menuju Bab al-Silsilah di bagian barat.

Sejumlah pemukim dilaporkan melakukan doa dan ritual secara terbuka, termasuk nyanyian, tarian, dan sujud. Pada perayaan Sukkot, mereka juga membawa empat jenis tanaman yang digunakan dalam ritual hari raya tersebut, yakni etrog, pelepah kurma, ranting myrtle, dan willow.

Anadolu sebelumnya melaporkan adanya doa, tarian, nyanyian, dan ritual Talmud selama aksi masuk ke Al-Aqsha pada Rabu (30/9). Seorang pejabat Departemen Wakaf Islam Yerusalem mengatakan kepada Anadolu bahwa kegiatan tersebut merupakan pelanggaran terhadap status quo di kompleks tersebut.

Di tengah meningkatnya jumlah pemukim yang memasuki Al-Aqsha, otoritas 'Israel' juga memperketat akses warga Palestina ke kompleks tersebut.

Menurut Pusat Informasi Wadi Hilweh, sejak awal 2026 lebih dari 900 warga Palestina telah dikenai larangan memasuki Al-Aqsha. Mereka disebut mencakup sejumlah pemuda dan jamaah yang rutin beribadah di masjid.

Selama musim hari raya, pembatasan juga diberlakukan terhadap kelompok usia tertentu serta lokasi yang dapat digunakan jamaah untuk beribadah. Sejumlah warga yang telah melaksanakan shalat Subuh bahkan disebut diminta meninggalkan kompleks dan baru diperbolehkan kembali setelah periode kunjungan pemukim berakhir.

Aktivitas selama musim hari raya Yahudi tidak hanya berlangsung di dalam kompleks Al-Aqsha.

Di sekitar Masjid Al-Aqsha dan Kota Tua Yerusalem, kelompok pemukim menggelar doa bersama, sementara puluhan ribu orang dilaporkan mengikuti ritual Birkat Kohanim di area Tembok Barat.

Pasukan dan polisi 'Israel' juga meningkatkan penjagaan di sekitar gerbang Al-Aqsha dan memasang barikade serta pagar besi di sejumlah titik, yang membatasi pergerakan warga Palestina.

Laporan Al Jazeera menyebut rangkaian kegiatan tersebut berlangsung di tengah perdebatan mengenai status quo historis di kompleks Al-Aqsha, yang secara administratif berada di bawah pengelolaan Wakaf Islam Yerusalem.

Di tengah meningkatnya aktivitas selama musim hari raya, Lembaga Internasional Al-Quds menyerukan Jumat sebagai “hari kemarahan dan solidaritas untuk Al-Aqsha”, baik di Palestina maupun di luar negeri.

Lembaga tersebut menyerukan kepada warga Yerusalem, Tepi Barat, dan wilayah Palestina 1948 untuk meningkatkan kehadiran di Al-Aqsha. Mereka juga meminta negara-negara Arab dan Muslim mengambil langkah untuk mempertahankan status historis kompleks tersebut serta mendukung peran Wakaf Islam Yordania di Al-Aqsha. (zarahamala/arrahmah.id)