ISLAMABAD (Arrahmah.id) - Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengatakan kepada parlemen bahwa semua pembicaraan yang dilakukan dengan Afghanistan tidak membuahkan hasil.
Asif mengklaim bahwa selama negosiasi antara kedua negara, Islamabad siap menerima tuntutan Imarah Islam, tetapi mengatakan Imarah Islam menolak untuk memberikan jaminan tertulis.
Menanggapi seruan untuk melanjutkan dialog, ia mendesak para politisi Pakistan untuk mengunjungi Afghanistan dan mendapatkan jaminan, lansir Tolo News (17/6/2026).
Ia menyatakan: “Jika ada anggota parlemen yang mendukung dialog dapat mengamankan jaminan dan melakukan perjalanan ke sana dengan delegasi, kami siap. Tetapi mereka tidak boleh pulang dengan tangan kosong. Kami telah mencoba setiap cara dan gagal mendapatkan jaminan dan komitmen.”
Pada sesi yang sama, anggota parlemen Khushhal Khan Kakar mengkritik menteri pertahanan, dengan alasan bahwa Afghanistan bukanlah musuh Pakistan.
Menekankan pentingnya perdagangan dengan Afghanistan, ia menyerukan pembukaan kembali jalur perdagangan antara kedua negara.
Kakar berkata: “Anda menggambarkan Afghanistan dan warga Afghanistan sebagai musuh Anda. Kami menerima bahwa beberapa kebijakan kami mungkin telah membuat marah warga Afghanistan, tetapi mereka bukanlah musuh Anda.”
Anggota parlemen lainnya, Abdul Ghafoor Haideri, menyatakan bahwa jika negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran berhasil, pembicaraan dengan Afghanistan juga dapat produktif, dan mendesak dialog yang serius dan bermakna.
Imarah Islam belum mengomentari pernyataan Asif. Namun sebelumnya, mereka mengaitkan kegagalan pembicaraan Afghanistan-Pakistan dengan kurangnya otoritas delegasi Pakistan dan keberadaan unsur-unsur dalam sistem Pakistan yang berupaya merusak hubungan bilateral.
Pernyataan tersebut muncul sehari setelah pemimpin Jamiat Ulema-e-Islam Pakistan juga mengkritik kebijakan negaranya terhadap Afghanistan dan menyerukan peninjauan kembali kebijakan tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)
