Memuat...

Militer 'Israel' Tembak Mati Bayi di Tepi Barat, Berdalih Curiga Kendaraan Korban

Zarah Amala
Sabtu, 6 Juni 2026 / 21 Zulhijah 1447 10:13
Militer 'Israel' Tembak Mati Bayi di Tepi Barat, Berdalih Curiga Kendaraan Korban
Pasukan 'Israel' melakukan penggerebekan, penyusupan, dan penembakan di kota-kota Tepi Barat (AFP)

HEBRON (Arrahmah.id) - Seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan gugur dan kedua orang tuanya mengalami luka-luka setelah tentara militer 'Israel' (IDF) memberondong kendaraan yang mereka tumpangi di wilayah Tel Rumeida, Kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki pada Jumat (5/6/2026). Insiden berdarah ini terjadi di tengah gelombang operasi penggerebekan, penembakan, dan aksi pembakaran lahan yang kian intensif dilakukan oleh militer serta pemukim ilegal 'Israel' di berbagai kota Tepi Barat.

Kementerian Kesehatan Palestina dalam rilis resminya mengonfirmasi bahwa bayi laki-laki bernama Sam Fahd Abu Haikal meninggal dunia akibat luka tembak di bagian tubuhnya. Berdasarkan laporan Anadolu Agency, peluru tajam yang dilepaskan tentara 'Israel' menembus dada sang bayi sebelum melukai kedua orang tuanya. Sang ayah dilaporkan mengalami luka tembak di bagian tangan, sementara sang ibu menderita luka di bagian dada dengan tingkat keparahan sedang.

Pihak Komando Militer 'Israel' (IDF) mengakui insiden penembakan tersebut melalui pernyataan resminya. IDF berdalih bahwa personel mereka di lapangan merasa terancam setelah melihat sebuah kendaraan yang melaju kencang (berakselerasi) ke arah mereka, sehingga salah seorang prajurit merespons dengan melepaskan beberapa tembakan ke arah mobil tersebut.

Di sisi lain, kelompok Hamas merilis pernyataan duka atas gugurnya bayi Abu Haikal dan memuji keteguhan keluarga tersebut dalam mempertahankan tanah mereka.

"Kejahatan ini tidak akan pernah menyurutkan tekad atau keteguhan rakyat Palestina untuk terus bertahan dan menghadapi pendudukan. Kami mendesak komunitas internasional dan lembaga-lembaga hak asasi manusia, khususnya yang berfokus pada hak-hak anak, untuk mengambil tindakan nyata guna menghentikan pelanggaran ini dan menyeret pihak bertanggung jawab ke pengadilan," tulis pernyataan resmi Hamas.

Insiden penembakan di Hebron ini terjadi bersamaan dengan operasi penyerbuan masif oleh pasukan infanteri militer 'Israel' di sejumlah titik strategis Tepi Barat. Pasukan IDF menginvasi Kamp Pengungsi Qalandia di utara Yerusalem, desa Anin di barat Jenin, kota Kafr Sur di selatan Tulkarm, serta kota Al-Zawiya di barat Salfit.

Tentara 'Israel' merangsek masuk dan merusak isi rumah warga di desa Rafat (barat Salfit) serta melepaskan tembakan peluru tajam selama penyerbuan di kota Abu Shakhaydham, utara Ramallah. Pasukan militer yang dikawal oleh kelompok pemukim ilegal 'Israel' menahan dan menyandera sejumlah warga sipil Palestina di wilayah timur desa Atouf, selatan Tubas.

Ketegangan di Tepi Barat terus mencatatkan grafik kenaikan tajam yang beriringan dengan perang di Jalur Gaza. Selain penggerebekan dan penangkapan harian, wilayah ini juga menyaksikan lonjakan aksi perusakan serta pembakaran lahan pertanian produktif milik warga Palestina oleh para pemukim ilegal ekstremis.

Berdasarkan data statistik otoritas kesehatan Palestina, sejak eskalasi pecah pada 8 Oktober 2023 hingga Juni 2026, tindakan militer 'Israel' di Tepi Barat telah menyebabkan 1.168 warga Palestina tewas, 12.666 orang luka-luka, 23.000 orang ditahan, serta memaksa 33.000 warga kehilangan tempat tinggal (terdepresiasi). (zarahamala/arrahmah.id)