IDLIB (Arrahmah.id) -- Seorang tokoh senior jaringan jihad yang terkait dengan Al Qaeda sekaligus pemimpin kelompok militan Hurras al Din (HaD), Sami Uraydi, dilaporkan tewas dalam serangan drone yang dilakukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) di Provinsi Idlib, Suriah utara, pada Kamis (18/6/2026) malam waktu setempat. Kematian Uraydi dinilai sebagai pukulan signifikan terhadap kelompok HaD, organisasi yang selama bertahun-tahun menjadi afiliasi resmi Al Qaeda di Suriah.
Dilansir Mehr News Agency (20/6), serangan terjadi di wilayah pedesaan Idlib bagian utara, kawasan yang selama ini menjadi tempat beroperasinya sejumlah kelompok bersenjata Islamis. Drone yang diduga milik koalisi internasional menargetkan kendaraan yang ditumpangi Uraydi. Serangan tersebut menewaskan tokoh asal Yordania itu di lokasi kejadian.
Sami Uraydi dikenal sebagai salah satu ideolog dan hakim syariah paling berpengaruh dalam jaringan jihad Suriah. Ia sebelumnya merupakan pemimpin agama dan hakim syariah di Jabhat al-Nusra, kelompok yang kemudian berganti nama menjadi Jabhat Fatah al-Sham (JFS). Namun pada 2016, Uraydi meninggalkan organisasi tersebut setelah menentang keputusan pemimpinnya untuk memutus hubungan formal dengan Al-Qaeda. Setelah itu, ia bergabung dengan Hurras al-Din yang tetap setia kepada kepemimpinan Al-Qaeda global.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada 2023 menetapkan Uraydi sebagai "teroris global" karena perannya dalam mendukung aktivitas Al-Qaeda dan menggalang dukungan bagi jaringan tersebut di Suriah. Washington menuduhnya terlibat dalam perencanaan, fasilitasi, dan pembinaan kader kelompok ekstremis yang mengancam kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya.
Dalam pernyataan sebelumnya yang dikutip sejumlah media jihad dan lembaga pemantau konflik, Sami Uraydi pernah menegaskan penolakannya terhadap pemutusan hubungan dengan Al-Qaeda.
“Kesetiaan kepada Al-Qaeda bukanlah pilihan politik yang bisa diubah sesuai keadaan, melainkan kewajiban syar'i yang harus dipertahankan,” kata Sami Uraydi dalam salah satu pernyataan yang pernah dipublikasikan sebelum kematiannya.
Laporan dari lembaga pemantau konflik Suriah menyebut serangan terhadap Uraydi merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan Amerika Serikat untuk memburu para pemimpin kelompok jihad transnasional yang masih beroperasi di Suriah.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah komandan senior HaD dan Al-Qaeda telah tewas dalam operasi serupa menggunakan pesawat nirawak di wilayah Idlib.
Pihak militer Amerika Serikat belum mengeluarkan rincian lengkap mengenai operasi tersebut. Namun Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa operasi kontra-terorisme di Suriah akan terus dilakukan untuk mencegah kelompok-kelompok ekstremis memanfaatkan kekosongan keamanan guna merencanakan serangan terhadap kepentingan Barat maupun negara-negara di kawasan. (hanoum/arrahmah.id)
