Memuat...

Pengurus PBNU Kompak Kenakan Syal Palestina Saat Umumkan Struktur Baru

Ameera
Jumat, 2 Oktober 2026 / 21 Rabiulakhir 1448 17:00
Pengurus PBNU Kompak Kenakan Syal Palestina Saat Umumkan Struktur Baru
Pengurus PBNU Kompak Kenakan Syal Palestina Saat Umumkan Struktur Baru

JAKARTA (Arrahmah.id) — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan struktur kepengurusan masa khidmah 2026-2031 pada Rabu malam, 30 September 2026.

Ada momen menarik yang mencuri perhatian setelah seluruh jajaran kepengurusan selesai dibacakan oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh.

Para pengurus tampak kompak mengenakan syal bertuliskan Save Palestine. Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menjelaskan bahwa penggunaan syal tersebut merupakan bentuk konsistensi dukungan organisasi terhadap kebebasan Palestina.

Menurut dia, isu Palestina bukanlah hal baru bagi PBNU, melainkan telah menjadi perhatian utama sejak masa awal pendirian NU.

"Ini sebetulnya ini memang isu yang belakangan, ini kan isu yang sudah sangat lama," ujar Gus Kikin usai konferensi pers pada Rabu malam (30/9/2026).

Gus Kikin menyebutkan bahwa perhatian dan pembelaan terhadap kemerdekaan Palestina telah disuarakan sejak era KH Hasyim Asy'ari, salah satu pendiri sekaligus muassis NU.

Oleh karena itu, jajaran pengurus saat ini merasa perlu untuk kembali menggemakan dan melanjutkan perjuangan tersebut.

"Ini sejak dari tahun-tahun 1938, 1939 itu zaman Kiai Hasyim Asy'ari, Hadratussyeikh sebagai muassis NU, dulu sudah menyuarakan untuk memerdekakan Palestina. Nah, kita lanjutkan lagi," jelas Gus Kikin.

Selain isu internasional, Gus Kikin turut memaparkan komposisi kepengurusan baru PBNU dalam kesempatan yang sama.

Ia menyampaikan bahwa jumlah pengurus mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya dengan tujuan memperluas pemerataan keterwakilan dalam struktur organisasi.

"Secara keseluruhan hasil muktamar di Lampung seluruh jajaran pengurus PBNU 189 orang, dan yang sekarang total semuanya 210 orang, mengalami kenaikan sebesar 21 orang. Ini dimaksudkan kita ingin ada pemerataan," ujar Gus Kikin.

Ia menambahkan, pemerataan tersebut mencakup perwakilan dari berbagai generasi, jajaran, serta lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Sejumlah unsur badan otonom seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), hingga Gerakan Pemuda Ansor turut diakomodasi secara proporsional dalam penyusunan struktur baru ini.

"Sehingga semuanya kira-kira kurang lebih kita dari tiga unsur itu ditambah dengan unsur-unsur yang lain itu kita seimbang semuanya. Oleh karena itu kita butuh waktu, kita memanfaatkan waktu yang diberikan, yang diamanahkan dari hasil muktamar itu selama 1 bulan," papar Gus Kikin.

Setelah pemaparan tersebut, susunan lengkap kepengurusan PBNU dibacakan secara resmi oleh Mohammad Nuh. Berdasarkan struktur baru tersebut, sejumlah tokoh nasional penting tercatat masuk ke dalam jajaran pimpinan PBNU.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dipercaya untuk mengemban posisi sebagai Wakil Ketua PBNU.

Tidak hanya itu, jajaran Dewan Pertimbangan atau Mustasyar PBNU juga diisi oleh tokoh-tokoh penting negara, di antaranya mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, KH Ma'ruf Amin, serta mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla.

(ameera/arrahmah.id)