Memuat...

Pertempuran Ali al-Taher: 15 Tentara 'Israel' Dilaporkan Tewas dalam Jebakan Hizbullah

Zarah Amala
Senin, 22 Juni 2026 / 7 Muharam 1448 11:37
Pertempuran Ali al-Taher: 15 Tentara 'Israel' Dilaporkan Tewas dalam Jebakan Hizbullah
Prajurit Hizbullah di Lebanon selatan. (Foto: tangkapan video)

ALI Al-TAHER (Arrahmah.id) - Ketegangan di wilayah Lebanon selatan kembali memuncak setelah pasukan Hizbullah dilaporkan berhasil melancarkan serangan jebakan mematikan terhadap satuan infanteri dari Brigade Komando 'Israel' pada Sabtu dini hari (20/6/2026). Pertempuran sengit ini terjadi saat pasukan 'Israel' mencoba melakukan infiltrasi ke dataran tinggi strategis Ali al-Taher.

Menurut sumber lapangan yang dikutip oleh Al Mayadeen, pasukan 'Israel' telah dipantau pergerakannya sejak awal dan secara sengaja dipancing masuk ke dalam "zona pembantaian" yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kontak senjata dalam jarak dekat dilaporkan berlangsung selama lebih dari dua jam.

Operasi pertahanan Hizbullah tidak hanya melibatkan pertempuran infanteri, tetapi juga koordinasi serangan udara dan rudal yang presisi. Serangan ini bertujuan untuk memutus jalur logistik dan evakuasi musuh, yang berujung pada kerugian signifikan bagi pihak 'Israel'.

Saat kontak darat berlangsung, Hizbullah meluncurkan serangan rudal dan drone tempur yang menargetkan sisi belakang dan samping pasukan 'Israel' yang sedang maju. Serangan udara Hizbullah menyulitkan upaya 'Israel' dalam mengirim bala bantuan maupun melakukan evakuasi korban.

Sumber lapangan mengklaim bahwa operasi tersebut menewaskan atau melukai lebih dari 15 perwira dan prajurit 'Israel'. Dalam upaya putus asa untuk menarik mundur korban, pasukan 'Israel' terpaksa meluncurkan serangan udara berat dan menembakkan tabir asap di sekitar area pertempuran.

Koresponden Al Mayadeen di Lebanon selatan mencatat bahwa 'Israel' sebenarnya telah mengerahkan berbagai unit elit, termasuk Brigade Givati, formasi lapis baja, dan pasukan komando, dengan dukungan intensif dari artileri serta angkatan udara. Namun, hingga saat ini, pasukan pendudukan 'Israel' belum mampu menguasai dataran tinggi Ali al-Taher yang secara strategis sangat penting.

Dampak Operasi 'Lion’s Roar'

Di sisi lain, konflik yang berkepanjangan ini terus memakan korban jiwa dari pihak 'Israel'. Kementerian Kesehatan 'Israel' mencatat bahwa total warga yang telah dirawat di rumah sakit sejak dimulainya operasi yang mereka sebut sebagai Lion’s Roar pada 28 Februari lalu telah mencapai 9.267 orang. Hingga Sabtu, dilaporkan ada 18 kasus baru yang menambah daftar panjang korban akibat eskalasi militer di Lebanon selatan.

Hizbullah menegaskan bahwa kemampuan mereka untuk menerjemahkan peringatan verbal ke dalam tindakan nyata di medan perang menunjukkan bahwa hari-hari ke depan akan semakin sulit bagi pasukan 'Israel' selama mereka tetap berada di wilayah Lebanon. Hingga laporan ini diturunkan, perbukitan Ali al-Taher diklaim masih tetap berada di bawah kendali pejuang Lebanon, sementara upaya infiltrasi 'Israel' berulang kali gagal. (zarahamala/arrahmah.id)