Memuat...

PM Inggris Keir Starmer Terancam Mundur, Andy Burnham Digadang Jadi Pengganti

Samir Musa
Ahad, 21 Juni 2026 / 6 Muharam 1448 19:04
PM Inggris Keir Starmer Terancam Mundur, Andy Burnham Digadang Jadi Pengganti
Kemenangan Andy Burnham (kanan) dalam pemilihan sela mendorong para anggota parlemen dan tokoh di Partai Buruh Inggris untuk menuntut pengunduran diri Keir Starmer (Reuters).

LONDON (Arrahmah.id) – Masa depan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berada di ujung tanduk. Laporan media Inggris menyebutkan bahwa ia diperkirakan akan mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (waktu setempat), menyusul tekanan internal yang kian meningkat di tubuh .

Surat kabar Observer melaporkan bahwa keputusan tersebut muncul setelah kemenangan telak politisi senior Partai Buruh, , dalam pemilihan parlemen di wilayah utara Inggris. Kemenangan ini dinilai sebagai pukulan besar bagi kepemimpinan Starmer.

Sumber-sumber internal partai menyatakan bahwa Starmer telah menyimpulkan dirinya tidak lagi memiliki dukungan politik yang cukup untuk mempertahankan jabatan. Ia disebut telah melakukan serangkaian konsultasi dengan para menteri, penasihat, donatur, serta pemimpin serikat pekerja sebelum mengambil langkah tersebut.

Menurut laporan tersebut, Starmer tengah menyiapkan proses pengunduran diri secara bertahap dan terorganisir. Ia juga dikabarkan membahas masa depan politiknya bersama keluarganya di kediaman resmi Perdana Menteri di Chequers.

Namun demikian, laporan lain dari Reuters mengutip sumber pemerintah yang menyatakan bahwa Starmer masih fokus menjalankan tugasnya. Dalam pernyataan sebelumnya, ia bahkan menegaskan siap menghadapi setiap tantangan terhadap kepemimpinannya serta menyerukan persatuan di dalam partai.

Tekanan Internal Menguat

Desakan agar Starmer mundur semakin menguat dalam beberapa pekan terakhir. Sekitar 100 anggota parlemen dari Partai Buruh—hampir seperempat dari total 403 anggota—dilaporkan menuntut adanya rencana jelas terkait pengunduran dirinya.

Tekanan ini meningkat setelah hasil buruk yang diraih Partai Buruh dalam pemilihan lokal bulan lalu. Meski demikian, Starmer sebelumnya berulang kali menegaskan tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya.

Di sisi lain, laporan juga menyebutkan bahwa Burnham berpotensi mengambil langkah tegas jika ia naik ke kursi perdana menteri, termasuk kemungkinan mengganti Menteri Keuangan saat ini.

Kemenangan Burnham di daerah pemilihan utara Inggris—yang dijuluki “Raja Utara”—semakin memperkuat posisinya sebagai kandidat kuat pengganti Starmer. Dalam pemilihan tersebut, ia berhasil meraih lebih dari 24 ribu suara, mengungguli kandidat dari partai lain, termasuk kubu populis yang dipimpin oleh .

Jika Starmer benar-benar mundur, maka Inggris akan mencatatkan pergantian perdana menteri ketujuh dalam kurun waktu sekitar satu dekade—sebuah tingkat pergantian kepemimpinan yang belum pernah terjadi dalam hampir dua abad terakhir.

Para pengamat menilai tingginya pergantian pemimpin ini mencerminkan kekecewaan publik terhadap pemerintah yang dinilai gagal meningkatkan taraf hidup, memperbaiki layanan publik, serta menangani isu migrasi secara efektif.

(Samirmusa/arrahmah.id)