Memuat...

Surat Kabar 'Israel' Sebut Turki Kini Ancaman Militer Paling Berbahaya Dibanding Iran

Zarah Amala
Selasa, 23 Juni 2026 / 8 Muharam 1448 13:00
Surat Kabar 'Israel' Sebut Turki Kini Ancaman Militer Paling Berbahaya Dibanding Iran
Maariv melaporkan bahwa ancaman paling menonjol dalam potensi konfrontasi dengan 'Israel' dapat datang dari Angkatan Laut Turki (Anadolu)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Surat kabar 'Israel', Maariv, dalam laporannya pada Senin (22/6/2026), mengungkapkan pandangan strategis yang mengejutkan dengan menyebut Turki sebagai ancaman yang lebih besar dan lebih berbahaya bagi 'Israel' dibandingkan Iran. Penilaian ini didasarkan pada kekuatan militer Turki yang masif serta kemandirian industri pertahanan negara tersebut.

Menurut Maariv, posisi 'Israel' saat ini sedang berada dalam titik sulit akibat pergeseran kebijakan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang berdampak pada kebutuhan keamanan 'Israel' di perbatasan utara. Di tengah tantangan tersebut, kebangkitan militer Turki dipandang sebagai tantangan baru yang menuntut perhatian serius dari para perencana pertahanan 'Israel'.

Maariv menyoroti bahwa Turki, sebagai pemilik militer terbesar kedua di aliansi NATO, telah berhasil mencapai sekitar 80 persen kemandirian dalam industri pertahanannya. Kemajuan pesat dalam manufaktur militer domestik ini memungkinkan Ankara untuk memproduksi sebagian besar kebutuhan militernya secara mandiri.

Berdasarkan laporan Maariv, kekuatan militer Turki dinilai sangat komprehensif dan mencakup berbagai matra strategis. Di sektor darat, Turki memiliki armada tank yang besar, termasuk pengembangan tank tempur utama Altay yang menjadi tulang punggung kekuatannya. Sementara itu, untuk superioritas di udara, Ankara mengandalkan sekitar 200 pesawat tempur, yang mayoritas merupakan tipe F-16 Fighting Falcon, serta didukung oleh armada helikopter serbu serbaguna.

Namun, Angkatan Laut Turki disebut sebagai ancaman paling signifikan karena memiliki kekuatan 16 kapal selam, berbagai kapal fregat, hingga kapal serbu amfibi canggih TCG Anadolu. Sebagai pelengkap pertahanan, Turki juga telah berhasil mengembangkan sistem pertahanan udara berlapis dengan memanfaatkan teknologi domestik yang sangat mumpuni.

Selain keunggulan perangkat keras, Maariv menekankan bahwa tentara Turki telah mengakumulasi pengalaman operasional yang luas selama beberapa dekade dalam operasi kontra-terorisme. Keikutsertaan militer Turki dalam berbagai operasi lintas batas di Suriah dan Irak telah memberikan mereka keahlian tempur yang krusial, terutama dalam pertempuran di lingkungan perkotaan yang padat serta medan pegunungan yang menantang.

Analisis ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di lingkaran keamanan 'Israel' mengenai realitas geopolitik baru di kawasan. Dengan kemampuan industri pertahanan yang mandiri dan postur militer yang terlatih, Turki dipandang tidak lagi hanya sekadar mitra atau rival regional biasa, melainkan sebuah kekuatan militer yang mampu memproyeksikan pengaruh serta tantangan strategis yang signifikan bagi kepentingan 'Israel' di masa depan. (zarahamala/arrahmah.id)