Memuat...

Surat Rahasia Pemimpin Iran Bocor, Tim Negosiator Dikecam

Hanoum
Selasa, 23 Juni 2026 / 8 Muharam 1448 04:43
Surat Rahasia Pemimpin Iran Bocor, Tim Negosiator Dikecam
Mojtaba Khamenei. [Foto: Iranintl]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Ketegangan di lingkaran elite kekuasaan Iran mencuat setelah terungkap dugaan surat-surat rahasia dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang berisi kritik terhadap tim negosiasi negaranya dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Kebocoran informasi tersebut memicu kontroversi politik di Teheran dan membuka indikasi adanya perbedaan pandangan serius di tingkat tertinggi pemerintahan terkait arah diplomasi Iran.

Dilansir The Telegraph (22/6/2026), kontroversi bermula ketika Mahmoud Nabavian, Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran dan tokoh garis keras dari Front Paydari, mengungkap isi korespondensi yang disebut berasal dari Mojtaba Khamenei dalam sebuah wawancara televisi yang kemudian dipotong dan dihapus dari arsip penyiaran.

Dalam keterangannya, Nabavian menuding tim negosiasi Iran telah melampaui mandat yang diberikan oleh pemimpin tertinggi dalam perundingan dengan Washington.

Menurut Nabavian, surat-surat tersebut menunjukkan ketidakpuasan Khamenei terhadap cara tim perunding menjalankan pembicaraan yang berlangsung di tengah upaya meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Ia mengklaim bahwa pemimpin tertinggi telah menetapkan sejumlah syarat tegas, termasuk perlindungan hak pengayaan uranium Iran, kompensasi atas kerugian akibat perang dan sanksi, serta jaminan terhadap kepentingan strategis negara sebelum kesepakatan apa pun dapat dilanjutkan.

Dalam wawancara yang memicu polemik tersebut, Mahmoud Nabavian mengatakan bahwa surat-surat itu memperlihatkan ketidaksetujuan pemimpin tertinggi terhadap sebagian langkah negosiator.

“Pemimpin Tertinggi menilai tim perunding telah bergerak melampaui batas mandat yang diberikan,” ujar Mahmoud Nabavian, sebagaimana dikutip The Guardian.

Pemerintah Iran segera berupaya meredam kontroversi tersebut. Sejumlah pejabat menyebut pernyataan Nabavian sebagai penafsiran yang tidak lengkap dan merujuk pada korespondensi lama yang tidak mencerminkan posisi terkini pemerintah.

Televisi pemerintah Iran (IRIB) bahkan menyebut pengungkapan isi surat rahasia itu sebagai pelanggaran hukum, sementara seorang pejabat penyiaran dilaporkan mengundurkan diri setelah wawancara tersebut memicu kegaduhan politik.

Di saat yang sama, perundingan antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung di Swiss dengan mediasi sejumlah negara. Pembicaraan tersebut mencakup isu program nuklir Iran, sanksi ekonomi, keamanan Selat Hormuz, serta upaya mengurangi eskalasi konflik regional. Meski kedua pihak melaporkan adanya kemajuan, perbedaan pandangan di dalam struktur kekuasaan Iran dinilai dapat mempersulit proses menuju kesepakatan akhir. (hanoum/arrahmah.id)