Memuat...

Trump Isyaratkan Skenario Venezuela di Kuba, Operasi Militer AS Makin Dekat?

Samir Musa
Sabtu, 20 Juni 2026 / 5 Muharam 1448 16:30
Trump Isyaratkan Skenario Venezuela di Kuba, Operasi Militer AS Makin Dekat?
Trump Isyaratkan Skenario Venezuela di Kuba, Operasi Militer AS Makin Dekat?

WASHINGTON (Arrahmah.id) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan kemungkinan penerapan skenario seperti yang terjadi di Venezuela untuk Kuba, dalam sebuah wawancara bersama program “The Axios Show”.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa operasi potensial di Kuba bisa berjalan cepat, serupa dengan apa yang ia klaim sebagai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari lalu.

Menurut laporan Axios, pernyataan tersebut mencerminkan ambisi Trump untuk menunjukkan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan belahan barat, terutama dalam periode kepemimpinan keduanya yang dinilai lebih agresif dan ekspansif.

Saat ditanya apakah operasi di Kuba akan meniru pola di Venezuela, Trump menjawab, “Mungkin. Itu sangat mungkin.” Ia menekankan faktor kedekatan geografis sebagai keunggulan strategis. “Tempat-tempat ini dekat. Iran sangat jauh, sementara Venezuela relatif dekat, dan Kuba bahkan lebih dekat,” ujarnya.

Trump juga membandingkan sumber daya kedua negara. Ia menyebut Venezuela memiliki cadangan minyak besar, sedangkan Kuba tidak. Namun, ia menggambarkan Kuba sebagai wilayah dengan aset properti dan garis pantai yang “indah”.

Terkait Iran, Trump menyatakan bahwa potensi operasi militer di negara tersebut jauh lebih kompleks dan kuat dari sisi persenjataan dibandingkan Venezuela. Ia juga mengklaim bahwa operasi di Venezuela berlangsung sangat cepat, hanya dalam waktu 48 menit, meskipun dilakukan dalam kondisi yang “tidak ideal”.

Lebih lanjut, Trump mengungkapkan bahwa dirinya sebelumnya telah mengusulkan konsep “pengambilalihan secara damai” terhadap Kuba. Ia menyatakan lebih memilih transisi damai menuju pulau yang “bebas”. Namun demikian, pemerintahannya juga telah menyiapkan rencana militer sebagai antisipasi jika terjadi keruntuhan rezim di negara tersebut, yang disebut-sebut bisa terjadi dalam waktu dekat.

Di sisi lain, kekuatan militer Kuba dinilai telah mengalami kemunduran signifikan sejak runtuhnya dukungan Uni Soviet pada dekade 1990-an. Saat ini, sebagian besar peralatan militer negara itu masih bergantung pada teknologi lama era Soviet.

Meski demikian, laporan intelijen Amerika Serikat menyebutkan bahwa Kuba memiliki lebih dari 300 pesawat nirawak (drone) militer. Terdapat pula diskusi mengenai kemungkinan penggunaannya terhadap Pangkalan Guantanamo milik AS dan target lainnya.

Trump tidak memberikan jadwal pasti terkait kemungkinan operasi tersebut, namun menegaskan bahwa rencana itu bersifat “fleksibel”. Ia juga menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio terlibat secara intens dalam isu ini.

Pernyataan Trump ini kembali memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin, khususnya jika pendekatan militer benar-benar menjadi pilihan dalam menghadapi Kuba.

(Samirmusa/arrahmah.id)