Memuat...

Ada Tulisan Tauhid, Bendera Saudi Tak Sentuh Rumput di Piala Dunia

Hanoum
Kamis, 18 Juni 2026 / 3 Muharam 1448 04:05
Ada Tulisan Tauhid, Bendera Saudi Tak Sentuh Rumput di Piala Dunia
Bendera Arab Saudi dan Uruguay tidak diletakkan di lapangan selama seremoni Piala Dunia 2026. [Foto: Getty Images via AFP/MOLLY DARLINGTON]

MIAMI (Arrahmah.id) -- Bendera Arab Saudi menjadi sorotan pada Piala Dunia 2026 setelah FIFA menerapkan perlakuan khusus dalam seremoni sebelum pertandingan Arab Saudi melawan Uruguay di Grup H. Berbeda dengan bendera negara peserta lainnya yang dibentangkan di atas lapangan, bendera Arab Saudi tetap diangkat dan tidak menyentuh rumput stadion karena memuat kalimat syahadat atau tauhid yang dianggap suci dalam Islam.

Dilansir Daily Sabah (17/6/2026), momen tersebut terjadi sebelum laga Arab Saudi kontra Uruguay di Hard Rock Stadium, Miami, Amerika Serikat, Selasa (16/6) waktu setempat.

Dalam format seremoni baru Piala Dunia 2026, FIFA menampilkan bendera raksasa kedua negara peserta yang biasanya dibentangkan di tengah lapangan saat lagu kebangsaan diperdengarkan. Namun, khusus pada pertandingan tersebut, bendera Arab Saudi tidak diletakkan di atas rumput dan tetap dipegang oleh para pembawa bendera sepanjang seremoni. Untuk menjaga kesetaraan visual, FIFA juga memperlakukan bendera Uruguay dengan cara yang sama.

Perubahan itu dilakukan karena bendera Arab Saudi memuat kalimat tauhid, yaitu deklarasi keimanan dalam Islam yang berbunyi “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” Berdasarkan aturan resmi Arab Saudi, bendera tersebut tidak boleh diletakkan di tanah, diinjak, atau diperlakukan dengan cara yang dianggap tidak menghormati makna religius yang terkandung di dalamnya.

“Bendera harus diperlakukan dengan hormat karena memuat syahadat, sehingga tidak boleh menyentuh tanah atau ditampilkan dengan cara yang dianggap tidak menghormati,” demikian penjelasan aturan resmi yang dikutip dalam laporan Daily Sabah.

Menurut CNN, FIFA menyetujui penyesuaian tersebut untuk memastikan seremoni pra-pertandingan tetap menghormati sensitivitas keagamaan Arab Saudi tanpa mengubah format utama acara yang diterapkan pada Piala Dunia 2026. Keputusan itu juga dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol nasional dan keagamaan negara peserta.

Praktik serupa sebenarnya telah lama diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi dalam berbagai acara resmi internasional. Karena memuat syahadat, bendera negara tersebut tidak digunakan pada produk-produk tertentu yang berpotensi diletakkan di tanah atau diperlakukan secara tidak hormat. Aturan itu juga menjadi alasan mengapa bendera Arab Saudi tidak pernah dikibarkan setengah tiang saat masa berkabung nasional.

Di atas lapangan, pertandingan Grup H tersebut berakhir imbang 1-1. Arab Saudi sempat unggul melalui gol Abdulelah Al-Amri sebelum Uruguay menyamakan kedudukan lewat Maximiliano Araujo pada babak kedua. Namun, perhatian publik justru banyak tertuju pada seremoni sebelum pertandingan yang menampilkan perlakuan khusus terhadap bendera Arab Saudi, menjadikannya salah satu momen paling menarik pada fase awal Piala Dunia 2026. (hanoum/arrahmah.id)