Memuat...

Arab Saudi Undang Gratis 1.000 Jamaah Umrah dari Berbagai Negara

Hanoum
Senin, 29 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 05:57
Arab Saudi Undang Gratis 1.000 Jamaah Umrah dari Berbagai Negara
Jamaah umrah dari berbagai negara di dunia disambut petugas di Arab Saudi. [Foto: The Mili Chronicle]

RIYADH (Arrahmah.id) -- Pemerintah Arab Saudi akan menjamu 1.000 jamaah umrah dari berbagai negara di dunia melalui Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci (Custodian of the Two Holy Mosques' Guests Program) yang digagas Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Program tersebut bertujuan memfasilitasi umat Islam terpilih untuk menunaikan ibadah umrah secara gratis sekaligus memperkuat hubungan Kerajaan dengan komunitas Muslim internasional.

Dilansir The Mili Chronicle (24/6/2026), pelaksanaan program berada di bawah koordinasi Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi.

Menurut pemerintah Saudi, sebanyak 1.000 jamaah pria dan wanita akan diundang dalam empat gelombang sepanjang tahun Hijriah 1448 H. Tahap pertama akan memberangkatkan 250 jamaah dari 16 negara Asia, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar, Jepang, Korea Selatan, China, Hong Kong, Taiwan, dan Mongolia.

Program tersebut mencakup seluruh kebutuhan jamaah, mulai dari penerbangan internasional, akomodasi, transportasi di Arab Saudi, hingga pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah.

Selain menjalankan umrah, para tamu kerajaan juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah situs bersejarah Islam dan mengikuti kegiatan keagamaan serta kebudayaan yang diselenggarakan pemerintah Saudi.

Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi Sheikh Abdullatif bin Abdulaziz Al Alsheikh mengatakan program tersebut merupakan wujud perhatian Raja Salman terhadap umat Islam di berbagai belahan dunia.

"Program ini mencerminkan kepedulian Penjaga Dua Masjid Suci untuk melayani umat Islam dan mempererat hubungan persaudaraan dengan kaum Muslimin dari berbagai negara," ujar Sheikh Abdullatif Al Alsheikh, sebagaimana dikutip media resmi Saudi.

Menurut Kementerian Urusan Islam, para peserta dipilih dari berbagai kalangan, termasuk ulama, tokoh masyarakat, akademisi, imam masjid, serta figur-figur yang dinilai berkontribusi bagi dakwah dan pelayanan kepada umat Islam di negara masing-masing.

Pemerintah Saudi menegaskan seluruh biaya perjalanan dan pelaksanaan ibadah ditanggung oleh Kerajaan sebagai bagian dari program kehormatan bagi tamu Raja Salman.

Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci telah berjalan selama bertahun-tahun dan menjadi salah satu instrumen diplomasi keagamaan Arab Saudi. Pada tahun-tahun sebelumnya, ribuan jamaah dari puluhan negara telah memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji maupun umrah melalui program serupa.

Selain memfasilitasi ibadah, inisiatif tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hubungan Saudi dengan komunitas Muslim global serta memperkenalkan berbagai proyek pengembangan pelayanan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pelaksanaan program tahun ini juga sejalan dengan agenda Visi Saudi 2030, yang menempatkan peningkatan layanan bagi jamaah haji dan umrah sebagai salah satu prioritas nasional.

Pemerintah Saudi terus memperluas kapasitas pelayanan, mengembangkan infrastruktur di Makkah dan Madinah, serta meningkatkan kualitas layanan bagi jutaan jamaah yang datang dari seluruh dunia setiap tahunnya. (hanoum/arrahmah.id)