WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Mantan anggota DPR Amerika Serikat Marjorie Taylor Greene mengklaim bahwa pejabat tinggi pemerintahan Presiden Donald Trump sedang menggelar pertemuan strategis untuk membahas kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran.
Dilansir Anadolu Agency (17/8), Greene, mantan anggota DPR dari Partai Republik yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung Trump, menyampaikan klaim tersebut melalui media sosial pada Ahad (16/8/2026). Ia mengatakan pembahasan itu bukan sekadar spekulasi dan memperingatkan bahwa penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dapat membawa konsekuensi yang sangat luas.
Dalam pernyataannya, Marjorie Taylor Greene mengatakan, “Saya tidak berspekulasi, saya tahu. Dan ini benar-benar jahat.” Ia juga memperingatkan bahwa keputusan menggunakan senjata nuklir dapat memicu apa yang disebutnya sebagai “holocaust nuklir” serta menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Greene tidak mengungkapkan sumber informasi yang menjadi dasar klaim tersebut.
Menurut Greene, pembahasan yang dituduh berlangsung di tingkat tinggi tersebut berkaitan dengan kemungkinan menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklir dalam konflik dengan Iran.
Ia juga menuduh pemerintahan Trump mengabaikan penilaian intelijen internal yang menurutnya menunjukkan bahwa Teheran tidak berada di ambang memperoleh senjata nuklir. Klaim mengenai penilaian intelijen itu juga belum disertai bukti publik.
Klaim tersebut muncul ketika ketegangan Amerika Serikat dan Iran masih tinggi setelah konflik bersenjata dan kebuntuan diplomatik antara kedua negara. Perkembangan terkait program nuklir Iran menjadi salah satu persoalan utama dalam hubungan Washington–Teheran, sementara pembicaraan mengenai penghentian perang dan pengaturan keamanan regional terus berlangsung.
Penting dicatat bahwa Greene bukan lagi anggota Kongres Amerika Serikat, sehingga pernyataannya tidak mewakili posisi resmi Kongres. Ia juga tidak menyampaikan klaim tersebut atas nama pemerintahan Trump. Anadolu melaporkan bahwa Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai komentar mengenai tudingan Greene.
Pernyataan Greene juga mendapat perhatian karena ia sebelumnya merupakan sekutu politik Trump, tetapi kemudian menjadi salah satu pengkritik kebijakan pemerintahannya terkait konflik Iran. Media lain yang melaporkan klaim tersebut, termasuk The News dan Times of India, juga menekankan bahwa tudingan mengenai pembahasan senjata nuklir tersebut berasal dari Greene dan belum memperoleh konfirmasi resmi. (hanoum/arrahmah.id)
