Memuat...

Eskalasi di Tepi Barat: Serangan Pemukim dan Penyerbuan Rumah Sakit di Betlehem

Zarah Amala
Selasa, 18 Agustus 2026 / 6 Rabiulawal 1448 11:01
Eskalasi di Tepi Barat: Serangan Pemukim dan Penyerbuan Rumah Sakit di Betlehem
Tentara 'Israel' terus melancarkan serangan di beberapa kota di Tepi Barat (AFP)

RAMALLAH (Arrahmah.id) - Gelombang kekerasan dan ketegangan kembali meningkat di Tepi Barat yang diduduki setelah pemukim 'Israel' dan pasukan pendudukan melancarkan serangkaian serangan di berbagai wilayah, termasuk pendirian pos terdepan baru serta penyerbuan fasilitas medis.

​Pada Senin (17/8/2026), sekelompok pemukim menyerang pinggiran kota Al-Mugayyir di sebelah timur Ramallah, yang memicu bentrokan dengan warga Palestina setempat. Di Provinsi Betlehem, para pemukim mendirikan pos terdepan baru di atas tanah Desa Nahhalin di sebelah barat, sementara operasi pengerukan juga dilaporkan terjadi untuk membuka jalan baru di dekat permukiman warga di Desa Deir Ammar, sebelah barat Ramallah.

​Dalam perkembangan lain, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa pasukan 'Israel', dalam insiden terpisah, menerobos halaman sebuah rumah sakit di Kota Betlehem, yang mengakibatkan kepanikan di kalangan pasien serta staf medis dan memicu tindakan kekerasan terhadap sejumlah individu di lokasi.

​Serangan-serangan tersebut berjalan seiring dengan berlanjutnya penggerebekan dan pembatasan militer yang diberlakukan oleh pasukan 'Israel' di berbagai wilayah Tepi Barat. Pihak militer mengonfirmasi penangkapan sejumlah warga serta penggeledahan puluhan bangunan dalam operasi keamanan di Kota Tubas dan Qabatiya.

​Aksi penyerbuan juga dilaporkan terjadi di beberapa desa lainnya, termasuk di wilayah Al-Mugayyir dan Shaqba, di mana aparat keamanan mendirikan pos-pos pemeriksaan militer untuk membatasi pergerakan kendaraan warga. Berdasarkan data dari kantor berita resmi Palestina, WAFA, total belasan warga Palestina ditangkap dalam rentang waktu tersebut di berbagai distrik seperti Ramallah, Nablus, dan Hebron.

​Menanggapi eskalasi yang terus berlanjut, Uni Eropa melayangkan peringatan keras mengenai dampak dari meningkatnya aksi kekerasan oleh pemukim di Tepi Barat. Perwakilan Uni Eropa menegaskan bahwa situasi di lapangan berisiko memicu ketegangan yang lebih luas, seraya menekankan perlunya langkah-langkah serius untuk meredakan krisis demi menjaga stabilitas kawasan. (zarahamala/arrahmah.id)