Memuat...

Laporan: "Israel" Bersiap Menghadapi Kemungkinan Eskalasi yang Berlangsung Lama di Lebanon

Hanin Mazaya
Senin, 17 Agustus 2026 / 5 Rabiulawal 1448 19:17
Laporan: "Israel" Bersiap Menghadapi Kemungkinan Eskalasi yang Berlangsung Lama di Lebanon
Tentara Lebanon berkumpul di jalan di pintu masuk desa Zawtar al-Gharbiya di Lebanon selatan. (Foto: AFP)

TEL AVIV (Arrahmah.id) - Militer "Israel" sedang bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi yang berlangsung selama beberapa hari di Lebanon sembari melanjutkan serangan di wilayah selatan negara tersebut, demikian dilaporkan media "Israel" pada Ahad malam (16/8/2026).

Militer sedang bersiap "untuk kemungkinan pertempuran selama beberapa hari di Lebanon," lapor Channel 12 Israel, mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya.

Menurut saluran tersebut, militer "Israel" merencanakan serangan lanjutan terhadap infrastruktur Hizbullah, dengan menyatakan bahwa "Israel" bersikeras untuk menuntaskan penghancuran infrastruktur tersebut.

Saluran itu juga mengklaim bahwa puluhan anggota Hizbullah terjebak di bawah tanah di kawasan Jabal Ali al-Taher, Lebanon selatan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Terlepas dari pelanggaran yang terus dilakukan "Israel", Channel 12 mengklaim bahwa Tel Aviv menahan diri dalam beberapa hari terakhir guna menghindari dampak negatif terhadap negosiasi yang sedang berlangsung dengan pemerintah Lebanon yang dimediasi oleh AS.

"Pimpinan politik 'Israel' tidak menyetujui sejumlah operasi yang diusulkan militer dalam beberapa hari terakhir sebagai tanggapan atas aktivitas Hizbullah, demi menjaga agar jalannya negosiasi tidak terganggu," ungkap saluran tersebut.

Ketegangan di sepanjang front Lebanon meningkat dalam beberapa pekan terakhir seiring berlanjutnya serangan militer "Israel" di tengah upaya AS untuk mencapai kesepahaman antara "Israel" dan Lebanon.

Meskipun negosiasi telah berlangsung selama berbulan-bulan, "Israel" terus melanjutkan kampanye militernya terhadap Lebanon—yang dimulai pada 2 Maret dan telah menewaskan 4.346 orang, melukai 12.301 orang, serta menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi, menurut otoritas Lebanon.

"Israel" terus menduduki wilayah Lebanon selatan; sebagian wilayah telah diduduki selama beberapa dekade, sementara wilayah lainnya diduduki sejak perang tahun 2023-2024. Pasukan "Israel" telah bergerak maju lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon selama serangan saat ini, menurut informasi yang tersedia. (haninmazaya/arrahmah.id)