Memuat...

Saudi Hapus Kalimat 'Muslim Tidak Akan Pernah Menyerahkan Yerusalem' Dari Buku Pelajaran Kelas 11

Hanoum
Senin, 17 Agustus 2026 / 5 Rabiulawal 1448 04:36
Saudi Hapus Kalimat 'Muslim Tidak Akan Pernah Menyerahkan Yerusalem' Dari Buku Pelajaran Kelas 11
Tangkapan layar. [Foto: X]

RIYADH (Arrahmah.id) -- Arab Saudi dilaporkan menghapus kalimat “Muslims will never give up Jerusalem” atau “Muslim tidak akan pernah menyerahkan Yerusalem” dari buku pelajaran Bahasa Arab kelas 11. Perubahan tersebut merupakan bagian dari revisi kurikulum Saudi yang dalam beberapa tahun terakhir semakin melunakkan sejumlah materi mengenai 'Israel', Zionisme, dan konflik Palestina-Israel.

Dilansir Pro-Pakistani (16/8/2026), kalimat tersebut sebelumnya terdapat dalam buku Arabic Language (2) – Language Competencies untuk kelas 10–12 dalam sistem Pathways. Dalam peninjauan sebelumnya terhadap buku tahun ajaran 2023–2024, lembaga Institute for Monitoring Peace and Cultural Tolerance in School Education (IMPACT-se) masih menemukan kalimat “The Muslims will never give up Jerusalem” sebagai bagian dari latihan menulis bahasa Arab.

Selain penghapusan kalimat mengenai Yerusalem, laporan terbaru juga menemukan perubahan istilah dalam buku sejarah kelas 11. Istilah “Zionist enemy” (musuh Zionis) yang digunakan dalam edisi sebelumnya disebut telah diganti menjadi “Israeli occupation” (pendudukan Israel). Perubahan tersebut dinilai sebagai bagian dari kecenderungan yang lebih luas untuk mengurangi bahasa konfrontatif dalam kurikulum Saudi.

Perubahan itu tidak hanya menyangkut satu kalimat. Dalam kajian IMPACT-se terhadap kurikulum Saudi 2024–2026, lembaga tersebut mencatat adanya pengurangan sejumlah materi yang sebelumnya menggambarkan Israel dan Zionisme secara sangat negatif. Pada saat yang sama, beberapa buku Saudi masih menggambarkan Israel sebagai negara atau kekuatan pendudukan, sementara Israel juga masih tidak dicantumkan dalam sejumlah peta yang digunakan dalam buku pelajaran.

Marcus Sheff, CEO IMPACT-se, sebelumnya menilai perubahan kurikulum Saudi sebagai bagian dari proses reformasi pendidikan yang lebih luas.

“Perubahan-perubahan ini merupakan langkah maju menuju kurikulum yang mempromosikan toleransi, perdamaian, dan kesetaraan yang lebih besar,” kata Sheff ketika membahas perkembangan buku pelajaran Saudi.

IMPACT-se telah memantau kurikulum Saudi selama bertahun-tahun. Dalam laporan 2023–2024, lembaga tersebut meneliti 371 buku pelajaran dari kurikulum nasional Saudi, mencakup antara lain bahasa Arab, studi Islam, sejarah, geografi, ilmu sosial, sastra, serta pendidikan keluarga. Penelitian itu menemukan bahwa sejumlah materi terkait jihad kekerasan, intoleransi terhadap kelompok agama lain, serta penggambaran negatif terhadap Israel dan Zionisme telah diubah atau dihapus.

Namun, perubahan terbaru tersebut tidak berarti Arab Saudi telah menghapus seluruh materi mengenai Palestina atau mengakui kedaulatan Israel atas Yerusalem. Pemerintah Saudi secara resmi masih menyatakan dukungan terhadap pembentukan negara Palestina dan menegaskan bahwa Yerusalem Timur merupakan bagian dari wilayah Palestina yang diduduki.

Pada Juli 2026, Arab Saudi bersama sejumlah negara Arab dan Muslim bahkan mengecam tindakan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa dan menegaskan pentingnya mempertahankan status hukum dan historis situs-situs suci di Yerusalem. (hanoum/arrahmah.id)