Memuat...

Balas Serangan AS di Larak, Iran Gempur Dua Pangkalan Amerika di Yordania

Zarah Amala
Senin, 31 Agustus 2026 / 19 Rabiulawal 1448 11:30
Balas Serangan AS di Larak, Iran Gempur Dua Pangkalan Amerika di Yordania
Iran menyerang target AS di Yordania dengan rudal balistik (Reuters)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Senin (31/8/2026) dini hari menyatakan telah menyerang dua pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania dengan rudal balistik dan drone. Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas serangan AS terhadap posisi Iran di Pulau Larak, di pintu masuk Selat Hormuz.

IRGC menyatakan dua pangkalan yang menjadi sasaran adalah Pangkalan Udara King Hussein dan Al-Azraq yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat.

“ Kami menghancurkan infrastruktur serta posisi penempatan pesawat tempur musuh di Pangkalan Udara King Hussein dan Al-Azraq di Yordania,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan.

IRGC menyebut serangan tersebut sebagai respons terhadap apa yang disebutnya sebagai agresi Amerika-'Israel' terhadap Pulau Larak.

Media pemerintah Iran kemudian melaporkan bahwa serangan menggunakan rudal balistik berbahan bakar padat jenis Kheibar Shekan, serta rudal Qadr dan Emad yang menggunakan bahan bakar cair. Rudal diluncurkan dari sejumlah wilayah di Iran menuju berbagai sasaran di kawasan.

IRGC memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dibalas dengan serangan yang lebih besar.

Laporan mengenai serangan Iran muncul setelah Amerika Serikat sebelumnya melancarkan serangan terhadap dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa pasukan Amerika menyerang dua peluncur milik IRGC yang diduga sedang dipersiapkan untuk menembakkan roket pembawa ranjau laut ke Selat Hormuz.

Seorang sumber AS yang dikutip Fox News mengatakan hampir seluruh rudal Iran yang menuju posisi pasukan Amerika di Yordania telah dicegat dan sejauh ini tidak menimbulkan dampak besar.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan terhadap posisi Iran di Larak merupakan tindakan terbatas dan presisi terhadap pasukan IRGC yang disebut menimbulkan ancaman segera di Selat Hormuz.

Menurut CENTCOM, Iran menciptakan ancaman tersebut sehingga militer AS bertindak untuk melindungi pelaut sipil, pelayaran komersial, dan kebebasan navigasi.

CENTCOM juga membantah pernyataan Iran yang menyebut serangan AS terhadap pasukan peletak ranjau di Hormuz sebagai tindakan agresi.

Sementara itu, militer Yordania mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat delapan rudal yang memasuki wilayah udara negara tersebut pada Senin dini hari (31/8).

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yordania mengatakan seluruh rudal berhasil dihancurkan sebelum menimbulkan ancaman terhadap warga maupun fasilitas.

Militer Yordania menyatakan operasi pencegatan dilakukan berdasarkan penilaian operasional dan sebagai bagian dari upaya melindungi wilayah udara serta keamanan negara.

Sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban atau kerusakan besar di pangkalan-pangkalan yang menjadi sasaran.

Serangan Iran terjadi beberapa jam setelah Amerika Serikat mengumumkan serangan udara terhadap dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak.

Serangan tersebut merupakan operasi militer langsung pertama AS terhadap Iran sejak akhir Juli.

Menurut pejabat AS, pasukan IRGC terpantau sedang mempersiapkan peluncuran roket yang membawa ranjau laut menuju Selat Hormuz. Washington menyatakan serangan dilakukan untuk mencegah upaya Iran menempatkan kembali ranjau di jalur pelayaran strategis tersebut.

IRGC menyatakan serangan AS menyebabkan sejumlah anggotanya dan warga sipil tewas serta terluka, tanpa memberikan jumlah korban secara rinci.

“Agresi ini akan dibalas dengan hukuman terhadap pihak yang menyerang,” kata IRGC dalam pernyataannya. (zarahamala/arrahmah.id)